Kisah Nabi Ibrahim yang Tidak Mempan Terbakar Api - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Kisah Nabi Ibrahim yang Tidak Mempan Terbakar Api

Kisah Nabi Ibrahim yang Tidak Mempan Terbakar Api

Jakarta - Nabi Ibrahim AS adalah sosok nabi yang dikisahkan tidak mempan saat terbakar api. Beliau adalah keturunan Nabi Nuh AS dan termasuk rasul yang mendapatkan gelar ulul azmi. Nabi Ibrahim AS lahir di Babilonia dari keluarga pembuat patung. Ayah Nabi Ibrahim AS dianggap mulia oleh bangsanya karena profesinya dan menjadi salah satu orang yang disayang Raja Namrud.Namun, sejak usia muda, Nabi Ibrahim AS menunjukkan ketidakyakinan akan penyembahan patung berhala tersebut. Berawal dari rasa ketidakyakinan dan ketidakpercayaan itu, mulailah perjalanan Nabi Ibrahim AS mencari sosok Tuhan yang sejati. Perjalanan Nabi Ibrahim AS mencari Tuhan tersebut diterangkan dalam Al-Qur'an surah Al-An'aam ayat 76-79.

berhala-berhala Nabi Ibrahim AS
Ilustrasi: shopee.co.id

Dikutip dari buku Sejarah Terlengkap 25 Nabi karya Rizem Aizid, peristiwa pembakaran Nabi Ibrahim AS bermula ketika dakwah Nabi Ibrahim AS ditolak oleh kaumnya. Mereka tidak berdaya menyanggah alasan-alasan dan dalil-dalil yang dikemukakan Nabi Ibrahim AS, sebaliknya mereka hanya memberi alasan apa yang dilakukan hanyalah meneruskan apa yang telah nenek moyang mereka sebelumnya.Nabi Ibrahim AS pun bertekad membuktikan kepada kaumnya dengan perbuatan yang nyata bahwa berhala-berhala dan patung-patung mereka betul-betul tidak berguna dan tidak dapat menyelamatkan mereka.Di Kerajaan Babilonia, terdapat tradisi tahunan bahwa pada hari yang dianggap keramat, rakyat di kerajaan tersebut akan keluar kota beramai-ramai. Selama berhari-hari, mereka akan tinggal berkemah di suatu padang terbuka di luar kota.Kesempatan itu pun dipergunakan Nabi Ibrahim AS untuk menghancurkan berhala-berhala di tempat peribadatan Raja Namrud dan kaumnya menggunakan kapak. Satu berhala terbesar dibiarkan utuh oleh Nabi Ibrahim AS dan dikalungkannya kapaknya pada leher berhala tersebut.Ketika Raja Namrud dan kaumnya pulang, alangkah terkejutnya mereka. Mereka langsung menuduh Nabi Ibrahim AS hingga terjadilah dialog antara Nabi Ibrahim AS dan Raja Namrud."Wahai Ibrahim, bukankah kamu yang telah menghancurkan berhala-berhala ini?" tanya sang Raja."Bukan," jawab Nabi Ibrahim AS singkat."Lalu, siapa lagi kalau bukan kamu? Tidakkah kamu berada di sini ketika kami pergi, dan tidakkah kamu amat membenci sesembahan kami?" ujar Raja Namrud."Ya, tetapi aku tidak menghancurkan berhala-berhala itu. Barangkali berhala besar itulah yang melakukannya. Tidakkah kapak di lehernya membuktikan perbuatannya?" jawab Nabi Ibrahim AS."Mana mungkin berhala dapat berbuat seperti itu?" bantah Raja Namrud."Kalau begitu, mengapa engkau sembah berhala yang tidak dapat berbuat apa-apa?" pungkas Nabi Ibrahim AS.Mendengar jawaban Nabi Ibrahim AS tersebut, Raja Namrud menjadi murka sehingga memutuskan untuk membakar Nabi Ibrahim hidup-hidup. Namun, atas izin Allah SWT, Nabi Ibrahim AS justru merasa dingin ketika dibakar. Itu merupakan mukjizat yang ditunjukkan Allah SWT kepada hamba pilihannya, Nabi Ibrahim AS.


Tidak hanya selamat dari kobaran api, seperti dikutip dari buku The Golden Stories of Ibrahim: Nabi Kekasih Allah karya Rizem Aizid, ada beberapa mukjizat lain yang dimiliki Nabi Ibrahim AS. Berikut di antaranya.


Mukjizat ini menjawab permohonan Nabi Ibrahim AS, yaitu untuk diperlihatkan bagaimana Allah SWT menghidupkan makhluk yang telah mati.Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS mengambil empat ekor burung, kemudian memerintahkan untuk membunuh dan mencincang burung-burung tersebut. Lalu, bagian-bagian tubuh burung diletakkan di empat bukit yang berjauhan dan Nabi Ibrahim AS diminta untuk memanggil burung-burung tersebut.Atas izin Allah SWT, burung-burung yang dipanggil telah hidup kembali dan mendatangi Nabi Ibrahim. Kisah dari mukjizat ini diceritakan dalam surah Al-Baqarah ayat 260.

burung dih hidupkan kembali
Ilustrasi: www.mongabay.co.id

Mukjizat ini ditunjukkan saat terjadi kelaparan dan kekurangan makanan di tempat kelahiran Nabi Ibrahim AS. Saat itu, Raja Namrud memerintahkan rakyatnya untuk mengambil makanan di kediamannya.Namun, Raja Namrud telah dibutakan oleh rasa dendam dan benci kepada Nabi Ibrahim AS karena dianggap telah menghinanya dan Tuhannya. Raja Namrud tidak mengizinkan Nabi Ibrahim AS mengambil makanan miliknya.Dalam perjalanan pulang, saat telah dekat dengan rumahnya Nabi Ibrahim AS melihat segundukan pasir dan menghampirinya. Nabi Ibrahim AS mengambil pasir itu hingga memenuhi kedua kantung yang dibawanya dan berkata, "Bila aku telah sampai pada keluargaku, maka aku akan menyibukkan keluarga (dengan pasir ini)." Atas izin Allah SWT, pasir itu telah berubah menjadi makanan sehingga Nabi Ibrahim AS dan keluarganya tidak kelaparan.


HALAMAN SELANJUTNYA:

Tidak ada komentar