CERDIK: Pola Hidup Sehat untuk Cegah Obesitas - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



CERDIK: Pola Hidup Sehat untuk Cegah Obesitas

CERDIK: Pola Hidup Sehat untuk Cegah Obesitas
Ilustrasi: jojo-fun-fun.blogspot.com

Obesitas adalah kondisi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di dalam tubuh akibat asupan energi (energy intake) yang tidak seimbang dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Praktisi kesehatan masyarakat sekaligus Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dr. Ngabila Salama, MKM mengungkapkan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, hingga gagal ginjal kronis. Untuk mencegah obesitas, diperlukan deteksi dini dan pola hidup yang sehat, salah satunya adalah dengan cara CERDIK.



olahraga
Ilustrasi: copyanugerah.blogspot.com

Menurut dr. Ngabila, CERDIK adalah lima pola hidup sehat yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi risiko obesitas. CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istrahat cukup, dan Kelola stres. Selain rutin mengecek kesehatan dan menghindari kebiasaan merokok, olahraga ringan seperti merenggangkan tubuh atau melakukan pemanasan senam per dua jam sekali selama lima hingga 10 menit dapat menurunkan risiko obesitas. Adapun diet seimbang juga penting, dengan mengonsumsi sayur dan buah sebanyak setengah piring, karbohidrat atau nasi, lauk, dan pauk kaya protein hewani sebanyak setengah piring lainnya. Konsumsi gula, garam, dan lemak juga perlu dikurangi. Individu juga disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayur sesuai dengan porsi yang dianjurkan, serta mengonsumsi protein hewani terutama pada anak untuk mencegah stunting.



dr. Ngabila menegaskan bahwa mengelola asupan makan tidak cukup untuk mencegah risiko obesitas. Setiap individu juga perlu beristirahat cukup minimal tujuh jam sehari dan tidur siang jika kurang tidur saat malam hari. Selain itu, masyarakat Indonesia, terutama calon ibu hamil, disarankan melakukan deteksi dini dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mencegah risiko obesitas pada anak. Mengukur IMT secara berkala dan mandiri minimal per enam bulan dengan rumus berat badan dalam kilogram (kg) dibagi dengan tinggi badan dalam meter dikuadratkan atau BB/(TBxTB) dapat membantu dalam mencegah obesitas.



klasifikasi obesitas
Ilustrasi: gensindo.sindonews.com

Berikut adalah klasifikasi obesitas bagi masyarakat Asia dan Indonesia:- Obesitas: jika IMT > 25- Gizi berlebih (Overweight): jika IMT 23-24,9- Normal: jika IMT 18,5-22,9- Gizi kurang (Underweight): jika IMT < 18,5



HALAMAN SELANJUTNYA:

Tidak ada komentar