Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Trombosit secara Alami - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Trombosit secara Alami

Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Trombosit secara Alami
Illustration: aktual.kontan.co.id

Susu


  • Susu merupakan sumber kalsium dan protein yang kaya dan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan otot tubuh kita. Susu juga mengandung vitamin K yang merupakan vitamin penting dalam mekanisme pembekuan darah di tubuh. Selain itu, konsumsi susu secara teratur diyakini dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit darah total. Jadi, jika Anda sedang mencari pengobatan ala rumahan untuk meningkatkan trombosit, pastikan Anda meminum segelas susu secara teratur.

  • Sayuran berdaun hijau


  • Sayuran berdaun hijau merupakan sumber vitamin K, yang telah disebutkan sebelumnya sangat penting dalam jalur pembekuan darah. Sayuran ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah trombosit sampai batas tertentu. Contoh sayuran berdaun hijau adalah bayam. Bayam merupakan sumber folat (vitamin B9) yang sangat baik. Nutrisi ini tidak hanya dibutuhkan untuk produksi trombosit, tetapi juga sel darah merah dan sel darah putih. Pilihan lain yang baik untuk makanan tinggi folat termasuk sayuran berdaun hijau lainnya, seperti sawi, peterseli, kemangi, bayam, seledri, asparagus, dan selada air.

  • Pepaya


  • Pepaya dan daun pepaya adalah obat alami yang terkenal untuk trombositopenia di beberapa belahan dunia, dan beberapa penelitian sedang mengevaluasi klaim ini. Ada banyak teori mengapa pepaya bisa menjadi makanan terbaik untuk meningkatkan trombosit, tetapi tampaknya buah kaya enzim ini secara signifikan meningkatkan aktivitas enzim yang penting dalam produksi trombosit di sumsum tulang. Ekstrak daun pepaya mungkin paling dikenal sebagai obat alami untuk mengatasi jumlah trombosit yang rendah. Jika Anda sedang mencari cara meningkatkan jumlah trombosit saat demam berdarah, maka mengonsumsi satu atau dua gelas ekstrak daun pepaya secara rutin bisa membantu. Dalam satu uji coba terkontrol plasebo pada orang dewasa yang menderita demam berdarah, ekstrak daun pepaya dikaitkan dengan penurunan kadar trombosit yang lebih sedikit pada hari pertama hingga kelima rawat inap. Penelitian lain yang mengamati anak-anak penderita demam berdarah juga mencatat beberapa manfaat sehubungan dengan kadar trombosit.

  • Kiwi


  • Kiwi kaya akan vitamin C dan merupakan tambahan yang bagus untuk makanan orang yang memiliki trombosit rendah. Vitamin C mendukung fungsi normal trombosit, seperti berkumpul (agregasi) dan menempel (adhesi). Makanan tambahan yang tinggi vitamin C antara lain cabai merah, brokoli, stroberi, kubis Brussel, dan jeruk.

  • Delima


  • Buah delima kaya akan zat besi dan dapat meningkatkan jumlah darah secara signifikan. Sehingga, ini menjadi makanan terbaik untuk meningkatkan trombosit. Delima kini diresepkan sebagai buah yang harus dikonsumsi secara rutin, jika jumlah trombosit rendah. Jika Anda mencari cara mengatasi trombosit rendah selama malaria, cobalah mengonsumsi semangkuk buah delima beberapa kali sehari untuk memberikan peningkatan yang Anda butuhkan.

  • Labu


  • Labu adalah makanan terbaik lain yang memiliki khasiat luar biasa dalam meningkatkan jumlah trombosit. Ini karena mengandung vitamin A, yang bermanfaat dalam meningkatkan jumlah trombosit yang diproduksi oleh sumsum tulang. Makanan kaya vitamin A lainnya, seperti wortel, ubi jalar, dan kale juga bermanfaat untuk meningkatkan trombosit.

  • Coklat hitam


  • Camilan ini sebenarnya merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Zat besi terkenal berperan dalam membentuk sel darah merah, tetapi selain itu nutrisi ini diperlukan untuk proses pembentukan sel-sel besar di sumsum tulang (megakariosit) yang dipecah menjadi beberapa bagian membentuk trombosit. Cokelat hitam adalah sumber zat besi yang baik, hanya tiram dan kacang putih yang memiliki kandungan zat besi lebih tinggi per porsi. Sumber zat besi baik lainnya termasuk bayam, lentil, dan tahu.
  • Meski Anda makan makanan terbaik di atas, jumlah trombosit yang rendah dapat menyebabkan pendarahan hebat dan komplikasi yang berpotensi fatal. Jika Anda mendeteksi penurunan jumlah trombosit pada laporan darah rutin atau mengalami memar, petechiae, atau pendarahan yang tidak normal, Anda perlu mencari pertolongan medis dari ahli hematologi. Mengandalkan pengobatan rumahan saja tidak dianjurkan.




    Tidak ada komentar