Wow! 20 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Wow! 20 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja

Wow 20 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja
Illustration: mongabay.co.id

Bencana Tanah Longsor di Tana Toraja

Bencana alam tanah longsor di dua desa di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, telah menelan korban jiwa sebanyak 20 orang. Pencarian korban oleh Tim SAR gabungan sebanyak 121 orang sempat terkendala karena kondisi medan yang sulit, bahkan dua korban di Lembang Palangka baru ditemukan 12 jam kemudian setelah terjadinya bencana.

Pencarian Korban

“Lokasi kejadian ada di dua titik longsoran dengan medan yang sulit akibat akses jalan yang tertimbun sehingga tim dari Basarnas yang ada di Tana Toraja kesulitan untuk tembus ke titik longsoran. Selain itu, kondisi cuaca dan tanah yang masih labil perlu diwaspadai, apalagi seluruh korban tidak langsung ditemukan,” ungkap Mexianus Bekabel, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Minggu (14/4/2024).

Evaluasi RTRW dan Manajemen Kebencanaan

Riski Saputra, aktivis dari Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa setelah terjadinya bencana longsor dengan korban jiwa yang cukup banyak ini, setelah tanggap darurat, pemerintah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait rencana tata ruang wilayah (RTRW), tata kelola sumber daya alam, dan manajemen kebencanaan di Tana Toraja.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemerintah dan para pihak dalam pengurangan bencana. Pertama, risiko bencana alam saat ini didorong oleh beberapa faktor, pertama kondisi bentang alam yang terkait dengan aspek-aspek fisik seperti tata guna lahan, jenis tanah, kelerengan, dan keadaan geologis. Kedua, ada situasi krisis iklim yang membuat cuaca ekstrem sering terjadi, distribusi hujan tidak merata baik secara ruang maupun waktunya. Ketiga, berkaitan dengan kapasitas masyarakat, di mana masyarakat harus ditingkatkan kapasitasnya dengan memasifkan informasi terkait peta-peta risiko dan kerawanan bencana di setiap tempat.


Tidak ada komentar