Agama dan Kepercayaan Dunia
Dokumen ini merangkum penjelasan singkat mengenai berbagai agama, tradisi, da
n kepercayaan di seluruh dunia, dikelompokkan berdasarkan wilayah dan rumpun sejarahnya.
1. Agama Besar Global (Major World Religions)
Agama dengan jumlah penganut terbesar dan penyebaran lintas benua.
Islam: Agama monoteisme Abrahamik yang didasarkan pada Al-Qur'an (firman Allah) dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Rukun utamanya adalah penyerahan diri total kepada Tuhan yang Esa.
Christianity (Kristen): Agama monoteisme Abrahamik yang berpusat pada kehidupan, ajaran, dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan Anak Allah.
Hinduism (Hindu): Agama tertua yang masih hidup, beragam aliran (Waisnawa, Siwa, Sakti), menekankan pada Dharma (kewajiban), Karma (sebab-akibat), Samsara (siklus kelahiran kembali), dan Moksha (pembebasan).
Buddhism (Buddha): Tradisi non-teistik yang didirikan oleh Siddhartha Gautama, berfokus pada Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah untuk mencapai Nirwana (akhir dari penderitaan/Dukkha).
Judaism (Yahudi): Agama monoteisme tertua dari tradisi Abrahamik, berpusat pada perjanjian antara Tuhan (Yahweh) dan Bangsa Israel, serta hukum Taurat.
Sikhism: Agama monoteisme dari Punjab (India) yang didirikan Guru Nanak, menekankan kesetaraan semua manusia, pelayanan tanpa pamrih (Seva), dan meditasi pada nama Tuhan.
Bahá’í: Agama monoteisme modern yang menekankan kesatuan semua agama, kesatuan umat manusia, dan penghapusan prasangka; menganggap semua nabi besar berasal dari sumber yang sama.
2. Agama Timur Asia (East Asian Traditions)
Berakar pada filsafat Tiongkok, Jepang, dan Korea.
Confucianism (Konghucu): Lebih condong ke sistem etika dan filsafat sosial daripada agama ritual; menekankan moralitas, bakti pada orang tua (filial piety), dan harmoni sosial.
Taoism (Daoisme): Berakar dari ajaran Laozi, menekankan hidup selaras dengan "Tao" (Jalan Alam), kesederhanaan, dan keseimbangan (Yin-Yang).
Shinto: Agama asli Jepang yang memuja "Kami" (roh suci) yang bersemayam di alam, benda, dan leluhur; menekankan kemurnian ritual.
Tenrikyo: Agama baru Jepang yang mengajarkan "Kehidupan Suka Cita" melalui penghapusan mental debu (sifat buruk) dan pelayanan kepada orang lain.
Falun Gong: Disiplin spiritual Tiongkok modern yang menggabungkan meditasi (qigong) dengan filosofi moral Sejati, Baik, dan Sabar.
Cheondoism: Agama nasionalis Korea abad ke-20 yang menggabungkan elemen Konfusianisme, Buddha, Taoisme, dan Syamanisme Korea; menekankan bahwa manusia adalah langit (Tuhan).
Cao Dai: Agama sinkretis dari Vietnam yang menyatukan unsur Buddha, Taoisme, Konfusianisme, Kristen, dan Islam; memuja "Mata Ilahi".
3. Agama India Lainnya & Tradisional Himalaya
Tradisi Dharmik dan kepercayaan pegunungan.
Jainism: Agama kuno India yang menekankan Ahimsa (anti-kekerasan mutlak) terhadap semua makhluk hidup dan asketisme ketat untuk membebaskan jiwa.
Zoroastrianism (Majusi): Agama dualistik kuno Persia yang mengajarkan pertarungan abadi antara kebaikan (Ahura Mazda) dan kejahatan (Angra Mainyu), serta kesucian elemen api.
Ayyavazhi: Tradisi Dharmik dari India Selatan, fokus pada ajaran Ayya Vaikundar, sering dianggap sekte Hindu tetapi memiliki teks suci sendiri (Akilathirattu).
Lingayat (Virashaivism): Sekte Hindu di India Selatan yang menolak sistem kasta dan otoritas Weda, memuja Siwa dalam bentuk Ishtalinga (simbol personal).
Brahmo Samaj & Arya Samaj: Gerakan reformasi Hindu abad ke-19 yang menolak penyembahan berhala dan kasta, kembali ke ajaran Weda murni dan monoteisme.
Charvaka: Aliran filsafat India kuno yang materialistis dan ateis, menolak kehidupan setelah mati dan otoritas kitab suci.
Bon (Tibet): Agama asli Tibet sebelum masuknya Buddha, bercorak syamanisme dan animisme, kini banyak berasimilasi dengan Buddha Tibet.
Kiratism, Sanamahism, Donyi-Polo: Agama etnis suku-suku di Himalaya dan India Timur Laut yang memuja alam (Matahari/Bulan) dan leluhur.
4. Agama Tradisional Tiongkok
Chinese Folk Religion / Shenism: Sistem kepercayaan sinkretis masyarakat Tiongkok yang memuja dewa-dewi lokal, leluhur, dan pahlawan sejarah (seperti Guan Yu).
Mazuism: Pemujaan khusus terhadap Mazu, Dewi Laut pelindung pelaut dan nelayan.
Yiguandao & Xiantiandao: Sekte keselamatan (salvationist) yang menggabungkan ajaran Tiga Agama (Tao, Buddha, Konghucu) dengan fokus pada "Ibu Suci Abadi".
5. Agama Tradisional Jepang & Korea
Ryukyuan Religion: Kepercayaan asli kepulauan Okinawa, berfokus pada pemujaan leluhur dan pendeta wanita (Noro).
Ainu Religion: Kepercayaan animisme suku Ainu (Jepang utara), memuja Kamuy (roh alam), terutama roh Beruang.
Muism (Sinisme): Syamanisme Korea, di mana Mudang (dukun) menjadi perantara antara manusia dan roh.
Daejongism: Pemujaan terhadap Dangun, pendiri legendaris kerajaan Korea pertama.
6. Agama Tradisional Asia Tenggara (Nusantara)
Kepercayaan asli yang menekankan harmoni dengan alam dan leluhur.
Kejawen: Pandangan hidup masyarakat Jawa yang menggabungkan metafisika, mistisisme Islam, Hindu-Buddha, dan animisme.
Kaharingan: Agama asli suku Dayak (Kalimantan), berfokus pada keseimbangan alam dan ritual kematian (Tiwah).
Aluk To Dolo: "Aturan Leluhur" suku Toraja, sangat mementingkan ritual pemakaman dan penghormatan leluhur.
Wetu Telu: Praktik Islam sinkretis masyarakat Sasak (Lombok) yang memadukan ajaran Islam dengan adat lokal.
Agama Batak (Parmalim): Kepercayaan asli Batak Toba yang memuja Mulajadi Nabolon (Tuhan Maha Pencipta).
Sunda Wiwitan: Kepercayaan asli Sunda (seperti Baduy) yang memuja Sang Hyang Kersa (Tuhan Yang Maha Kuasa) lewat alam.
Marapu: Agama asli Sumba yang memuja arwah leluhur sebagai perantara ke Tuhan.
7. Agama Afrika & Afro-Diaspora
Tradisi asli Afrika dan penyebarannya ke Amerika melalui perbudakan.
Yoruba / Ifá: Agama Afrika Barat dengan sistem dewa (Orisha) dan ramalan yang kompleks.
Vodun (Voodoo): Agama dari Benin/Togo, berfokus pada roh-roh alam dan leluhur.
Santería (Kuba) & Candomblé (Brasil): Agama sinkretis yang menyamarkan dewa-dewa Afrika (Orisha) di balik sosok orang suci Katolik untuk menghindari persekusi.
Vodou (Haiti): Sinkretisme Afrika-Katolik di Haiti, fokus pada pelayanan kepada Lwa (roh).
Rastafari: Gerakan agama baru dari Jamaika, memuja Haile Selassie I (Kaisar Ethiopia) sebagai manifestasi Tuhan (Jah), identik dengan penggunaan ganja sakramental.
8. Agama Suku Asli Amerika, Australia & Oceania
Kepercayaan masyarakat pribumi (Indigenous).
Native American Religions: Sangat beragam, umumnya animisme, memuja "Roh Agung" (Great Spirit), dan ritual tarian/penyembuhan alam. (Navajo, Lakota, dll).
Aztec, Inca, Maya: Agama peradaban kuno Amerika yang kompleks, melibatkan dewa matahari, pertanian, dan dalam sejarahnya melibatkan kurban persembahan.
Aboriginal Australian Beliefs: Berpusat pada "Dreamtime" (Masa Mimpi), era penciptaan di mana roh leluhur membentuk bentang alam.
Polynesian/Maori/Melanesian: Memuja Mana (kekuatan spiritual) dan Tapu (tabu/larangan suci), serta dewa-dewa alam dan leluhur.
9. Timur Tengah Minoritas (Ethnoreligious)
Kelompok tertutup dengan ajaran rahasia (esoteris).
Yazidism: Agama Kurdi yang memuja Tuhan Esa dan 7 Malaikat (terutama Melek Taus/Merak); sering disalahpahami sebagai pemuja setan oleh orang luar.
Druze: Pecahan Syiah Ismailiyah, meyakini reinkarnasi dan menafsirkan kitab suci secara batiniah (esoteris).
Mandaeism: Gnostik kuno yang menganggap Yohanes Pembaptis nabi terakhir, ritual utama adalah pembaptisan di sungai mengalir.
Samaritanism: Kerabat Yudaisme, hanya mengakui 5 kitab Taurat dan menganggap Gunung Gerizim (bukan Yerusalem) sebagai tempat suci.
10. Gerakan Keagamaan Modern & Neopaganisme
Muncul pada abad 19-20.
Spiritism/Kardecism: Kepercayaan adanya komunikasi dengan roh orang mati melalui medium untuk evolusi moral.
Theosophy: Gerakan mistis yang mencari kebenaran ilahi di balik semua agama dan filsafat kuno.
Scientology: Mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk spiritual abadi (Thetan) yang terperangkap trauma masa lalu, dibebaskan melalui "auditing".
Unitarian Universalism: Gerakan liberal yang tidak memiliki kredo dogmatis, mencari kebenaran dan makna secara bebas dan bertanggung jawab.
Wicca: Agama sihir alam modern (Neopagan) yang memuja Dewi dan Dewa bertanduk, menekankan siklus bulan dan matahari.
Asatru/Odinism: Rekonstruksi kepercayaan Nordik kuno, memuja Odin, Thor, dan nilai-nilai kehormatan klan.
11. Agama Kuno Dunia (Extinct/Historis)
Agama peradaban masa lalu yang kini sebagian besar sudah punah.
Ancient Egyptian: Pemujaan panteon dewa berkepala hewan (Ra, Osiris, Anubis) dan keyakinan kuat pada kehidupan setelah mati (mumi).
Ancient Greek/Roman: Panteon Olimpiade (Zeus/Jupiter, dll), berfokus pada timbal balik antara manusia dan dewa (doa-kurban).
Norse Religion: Mitologi Skandinavia tentang 9 dunia, Yggdrasil, dan takdir kiamat (Ragnarok).
Sumerian/Babylonian: Agama Mesopotamia kuno, memuja dewa kota (seperti Marduk) untuk perlindungan dari kekacauan alam.
Manichaeism: Agama besar yang punah, mengajarkan dualisme radikal antara Terang (roh) dan Gelap (materi).
Tengrism: Kepercayaan Asia Tengah kuno pada Dewa Langit (Tengri) dan Ibu Bumi (Eje).
