PT Jamkrida Jabar: Lonjakan Laba Tajam Hingga 250 Persen dari Target

PT Jamkrida Jabar Lonjakan Laba Tajam Hingga 250 Persen dari Target
Illustration: deskjabar.pikiran-rakyat.com

Peran Lokomotif Ekonomi


PT Jamkrida Jabar (Perseroda) mencatat laba bersih Rp25,87 miliar hingga November 2025, melonjak tajam hingga 250 persen dari target tahun tersebut. Capaian ini menunjukkan bahwa perusahaan penjaminan kredit milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat mampu bertahan dan berkembang di tengah tekanan ekonomi nasional. Direktur Utama Bobby Cahyadi menegaskan bahwa ekspansi penjaminan, terutama untuk UMKM di Jawa Barat, menjadi faktor utama dalam peningkatan laba tersebut.



Strategi Bisnis yang Solid



PT Jamkrida Jabar berhasil menavigasi tantangan makroekonomi dengan kuat melalui penguatan manajemen risiko dan efisiensi operasional yang konsisten. Bobby Cahyadi menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam setiap kebijakan penjaminan perusahaan, yang menjadi kunci untuk menjaga kesehatan portofolio perusahaan. Predikat "Sangat Sehat" dari OJK menegaskan bahwa kondisi keuangan perusahaan berada pada level yang sangat prima.



Ekspansi Penjaminan pada UMKM


PT Jamkrida Jabar fokus pada ekspansi penjaminan di sektor produktif, terutama UMKM di Jawa Barat. Dengan tingkat klaim yang tetap terkendali, perusahaan berhasil meningkatkan laba secara signifikan. Ekspansi ini didasari oleh prinsip kehati-hatian dalam underwriting, yang menjadi landasan kebijakan penjaminan perusahaan. Predikat "Sangat Sehat" dari OJK menunjukkan bahwa PT Jamkrida Jabar memiliki rasio keuangan yang kuat dan struktur keuangan yang berkelanjutan.



Komitmen sebagai Jembatan UMKM



PT Jamkrida Jabar berkomitmen untuk menjadi jembatan bagi UMKM dalam mengakses pembiayaan melalui layanan penjaminan kredit. Dengan strategi bisnis yang solid dan fokus pada sektor produktif, perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Lonjakan laba hingga 250 persen dari target menjadi bukti nyata bahwa PT Jamkrida Jabar mampu beradaptasi dan berkembang di tengah dinamika ekonomi yang tidak pasti.