![]() |
| Illustration: kompas.com |
Aktor Muda Ali Fikry Merefleksikan Perannya sebagai Rama
Aktor muda Ali Fikry merefleksikan perannya sebagai Rama alias Cimot dalam film terbarunya yang berjudul Esok Tanpa Ibu. Karakter Rama digambarkan sebagai remaja yang mencari pelarian ke teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) karena mengalami kendala komunikasi dengan ayahnya. Ditemui dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026), Ali menyebut keresahan yang dialami karakternya sangat dekat dengan realita anak muda zaman sekarang. Menurut Ali, perasaan yang diungkapkan dalam film ini sangat valid dan dapat menjadi cermin bagi para penonton generasinya untuk memahami hubungan dengan orang tua.
Nilai Edukasi dalam Film Esok Tanpa Ibu
Ali Fikry menyatakan bahwa film Esok Tanpa Ibu memiliki nilai edukasi yang dikemas secara menghibur bagi anak-anak muda atau Generasi Z. Film ini bukan hanya tentang kecerdasan buatan, tetapi juga tentang keluarga, kebersamaan, dan cara berkomunikasi antara orang tua dan keluarga. Ali berharap penonton seumurannya dapat menggunakan film ini sebagai refleksi diri dan dapat belajar dari pesan-pesan yang disampaikan.
Konflik Baru dalam Hubungan Ayah dan Anak dalam Film
Dalam film Esok Tanpa Ibu, Ali Fikry memerankan sosok Rama yang merasa canggung berkomunikasi dengan ayahnya setelah kehilangan ibunya. Hal ini mendorong Rama untuk menciptakan asisten virtual bernama I-BU. Namun, penggunaan kecerdasan buatan untuk menggantikan peran emosional sang ibu justru memicu konflik baru dalam hubungan antara ayah dan anak. Film ini menyoroti dinamika hubungan keluarga dan pentingnya komunikasi yang baik di dalamnya.
/data/photo/2026/01/19/696e38670e366.jpg)