![]() |
| Illustration: kompas.com |
Ambisi Pengambilalihan Greenland oleh Donald Trump
Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland mulai memicu perlawanan, termasuk dari Partai Republik di Kongres AS sendiri. Sejumlah anggota parlemen menyuarakan kekhawatiran atas semakin agresifnya penggunaan kekuatan militer Amerika Serikat di luar negeri. Namun, masih belum jelas apakah cukup banyak legislator Partai Republik yang bersedia bergabung dengan Demokrat untuk benar-benar menghalangi rencana pengambilalihan wilayah tersebut. Pertanyaan lain yang mengemuka adalah apakah Trump akan tunduk pada tekanan Kongres, atau justru bertindak sepihak sebagaimana yang kerap ia lakukan dalam periode keduanya di Gedung Putih. Isu Greenland kini berkembang menjadi perdebatan yang lebih luas mengenai kecenderungan pemerintahan Trump menggunakan kekuatan militer secara sepihak, disertai tekanan diplomatik dan ekonomi, untuk memproyeksikan pengaruh AS di berbagai belahan dunia, mulai dari Venezuela hingga Iran.
Perlawanan di Internal Partai Republik
Sejak kembali menjabat, mayoritas Partai Republik memang mendukung agenda kebijakan luar negeri Trump. Namun, belakangan semakin banyak anggota partai tersebut yang sejalan dengan Demokrat dan sekutu NATO yang menilai pengambilalihan Greenland berpotensi melanggar hukum AS maupun hukum internasional. Mungkinkah justru mereka yang bisa menghentikan Trump ambil alih Greenland? Penolakan menguat di internal Partai Republik dengan beberapa pimpinan Partai Republik yang menyatakan bahwa minat AS untuk membeli Greenland atau bahkan merebutnya melalui kekuatan militer sangat kecil.
Reaksi Kongres dan Kemungkinan Tindakan Selanjutnya
Trump berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat harus memiliki Greenland demi menghadapi pengaruh China dan Rusia di kawasan Arktik. Namun, sikap keras Trump kian tidak populer di Capitol Hill. Semakin banyak anggota Partai Republik yang secara terbuka menyatakan perbedaan sikap. Ada pertanyaan mengenai apa yang bisa dilakukan Kongres jika Demokrat dan Republik benar-benar sepakat melawan Trump. Kongres memiliki sejumlah alat untuk membatasi langkah presiden, termasuk melalui kewenangan anggaran. Para ahli juga menilai pembelian Greenland tidak bisa dilakukan tanpa persetujuan Kongres.
/data/photo/2026/01/22/69716e41d021a.jpg)