![]() |
| Illustration: kompas.com |
Amerika Serikat Tidak Akan Caplok Greenland Melalui Serangan Militer
Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai rencana Amerika Serikat terhadap Greenland tidak akan terwujud melalui aksi militer terbuka. Menurutnya, faktor geopolitik dan konfigurasi kekuatan militer di kawasan Nordik menjadi penghambat utama. AS kemungkinan lebih cenderung menggunakan tekanan politik dan ekonomi daripada kekuatan bersenjata.
Skema Serangan Militer Tidak Realistis
Menurut Rezasyah, AS tidak mungkin mencaplok Greenland melalui serangan militer langsung. Posisi Greenland yang dikelilingi oleh negara-negara Nordik dengan kemampuan militer yang tinggi membuat skenario seperti itu mustahil. Selain itu, Greenland berada di bawah Kerajaan Denmark yang aktif dalam menjalin kerja sama militer dengan negara-negara tetangganya.
Faktor NATO dan Tekanan Internasional
Rezasyah menambahkan bahwa AS menyadari keterikatannya dengan NATO dan bahwa langkah militer di Greenland berisiko memicu reaksi kolektif dari negara-negara anggota aliansi. Tekanan politik dan ekonomi lebih mungkin dilakukan untuk mencapai tujuan politik AS terhadap Greenland.
Tekanan Nonmiliter dan Peran Rusia
Rezasyah memperkirakan bahwa AS akan menggunakan tekanan nonmiliter untuk mendorong Greenland membuka akses eksplorasi bagi AS. Di sisi lain, Rusia dapat memanfaatkan kekhawatiran NATO terhadap rencana AS terhadap Greenland untuk mengambil keuntungan geopolitik dalam hubungannya dengan Uni Eropa.
