![]() |
| Illustration: kompas.com |
Apa Itu Awan Cumulonimbus?
Awan Cumulonimbus merupakan jenis awan yang paling berbahaya bagi penerbangan. Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Bambang Herwanto, awan ini dapat berkembang secara vertikal hingga mencapai ketinggian yang signifikan. Kehadiran awan Cumulonimbus seringkali disertai dengan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan petir, yang menjadi ancaman serius bagi keselamatan penerbangan.
Mengapa Awan Cumulonimbus Berbahaya bagi Penerbangan?
Menurut Bambang, ancaman utama awan Cumulonimbus berasal dari dinamika udara yang sangat kuat di dalamnya. Awan ini dapat menimbulkan turbulensi ekstrem, hujan deras, angin kencang, bahkan petir yang berisiko tinggi bagi pesawat di udara. Selain itu, awan ini juga dapat menciptakan kondisi berbahaya lain seperti microburst, icing, dan hujan es/lebat, yang dapat membahayakan penerbangan.
Apa Ciri-ciri Awan Cumulonimbus?
Awan Cumulonimbus memiliki ciri visual yang mudah dikenali. Biasanya tampak besar, tebal, dan menjulang tinggi. Bentuknya mirip jamur atau bunga kol, dengan bagian atas yang menyerupai topi atau landasan. Penampakan awan yang tebal, gelap, dan tinggi ini membuatnya menjadi indikator utama dalam peringatan dini cuaca ekstrem.
Bagaimana Proses Terbentuknya Awan Cumulonimbus?
Proses terbentuknya awan Cumulonimbus melalui beberapa tahapan. Pada tahap pertama, awan tumbuh menjulang ke atas dalam fase cumulus dengan updraft yang kuat. Pada tahap kedua atau fase matang, awan Cumulonimbus terbentuk secara sempurna dengan adanya sambaran petir, angin kencang, dan hujan lebat. Tahap terakhir adalah fase peluruhan, di mana awan mulai melemah dan menghilang bersamaan dengan hujan ringan hingga sedang.
