![]() |
| Illustration: kompas.com |
Donald Trump dan Klaim Greenland
Pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada Rabu (21/1/2026) memicu kontroversi. Trump kembali menegaskan ambisinya untuk menguasai Greenland, wilayah otonom Denmark. Namun, klaimnya tentang sejarah Greenland tidak sepenuhnya akurat. Greenland bukanlah milik Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan tidak pernah "dikembalikan" seperti yang ia klaimkan.
Trump dan Kritik terhadap NATO
Dalam pidatonya, Trump juga mengkritik NATO dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat membayar hampir seluruh biaya pertahanan aliansi tersebut. Namun, data menunjukkan bahwa klaim Trump tidak benar. AS hanya menyumbang sekitar 62 persen dari total pengeluaran pertahanan NATO pada 2025, bukan hampir 100 persen seperti yang ia klaimkan.
Klaim Kontroversial Lainnya
Selain itu, Trump juga mengklaim bahwa AS tidak pernah mendapat manfaat dari NATO, padahal Pasal 5 NATO menjamin pertahanan kolektif. Ia juga menyerang energi angin, menganggapnya sebagai bagian dari "penipuan hijau" dan salah menyebut bahwa China tidak memiliki ladang kincir angin. Klaim Trump terkait kebijakan energi Inggris juga tidak sepenuhnya akurat, mengenai persentase pendapatan yang diambil oleh negara tersebut.
