Kontroversi Labuhan di Pantai Parangkusumo: Penjelasan Keraton Yogyakarta

Kontroversi Labuhan di Pantai Parangkusumo Penjelasan Keraton Yogyakarta
Illustration: kompas.com

Klarifikasi Keraton Yogyakarta terkait Video Viral

Video viral tentang pawang hujan Rara Istiati Wulandari, atau yang akrab disapa Mbak Rara, yang diduga diusir dalam prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, DIY, menuai pro dan kontra. Prosesi Labuhan Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem merupakan bagian dari rangkaian peringatan Ulang Tahun Kenaikan Tahta Ke-38 Sri Sultan HB X. Sebagai respons, Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta, GKR Condrokirono, memberikan klarifikasi bahwa seluruh rangkaian Hajad Dalem dilaksanakan oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta.


Prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo


Prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo dimulai dengan serah terima ubarampe di Kantor Kapanewon Kretek, dilanjutkan dengan doa bersama di Cepuri Parangkusumo, sebelum ubarampe kembali didoakan dan dilabuh ke Samudra Hindia sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan. Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta menegaskan bahwa agenda keraton yang bersifat terbuka memungkinkan partisipasi masyarakat dengan tetap menjaga ketenangan dan ketertiban sesuai aturan yang berlaku.


Mekanisme Perizinan Resmi

GKR Condrokirono menegaskan bahwa setiap individu atau lembaga di luar struktur keraton yang ingin terlibat dalam agenda keraton harus melalui mekanisme perizinan resmi. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselarasan dan ketertiban dalam setiap acara yang dilaksanakan oleh keraton. Keterlibatan masyarakat dan pihak luar diharapkan dapat memperkaya dan memperluas cakupan kegiatan keraton tanpa melanggar protokol yang telah ditetapkan.


source : kompas.com