| Illustration: snips.stockbit.com |
Suku Bunga BI Rate Dipertahankan, Fokus Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI Rate di 4,75% pada Rabu (21/1), sejalan dengan ekspektasi konsensus. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa fokus saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh level all–time low pada Selasa (20/1) seiring kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal dan independensi Bank Indonesia. Perry mengatakan bahwa Bank Indonesia yakin rupiah akan tetap stabil dan kemungkinan akan menguat ke depannya seiring inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan yang kuat.
Peningkatan Cadangan Devisa Bank Indonesia
Bank Indonesia mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia mencapai US$156,5 miliar per akhir Desember 2025, menandai level tertinggi sejak Maret 2025. Cadangan devisa tersebut setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Bank Indonesia menyatakan bahwa pihaknya memiliki cadangan devisa yang cukup untuk mendukung intervensi di pasar non–deliverable forward (NDF) offshore dan onshore, pasar spot, serta obligasi untuk mendukung rupiah.
Izin Usaha Entitas UNTR & INRU Dicabut
Kontan dan Katadata melaporkan bahwa entitas usaha United Tractors (UNTR), PT Agincourt Resources, dan Toba Pulp Lestari (INRU) termasuk dalam 28 perusahaan yang izinnya dicabut oleh pemerintah karena dinilai melanggar peraturan lingkungan. Dampak pencabutan izin ini terhadap laba bersih keseluruhan UNTR pada 2026F berkisar antara 27–39%, tergantung pada asumsi harga emas yang digunakan.