Masagi Wedding Organizer: Kisah Penipuan Massal yang Mengguncang Garut

Masagi Wedding Organizer Kisah Penipuan Massal yang Mengguncang Garut
Illustration: kompas.com

Penipuan Massal oleh Masagi Wedding Organizer


Mimpi indah puluhan calon pengantin di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk melangsungkan pernikahan impian berubah menjadi mimpi buruk. Sebuah jasa perencana pernikahan atau Wedding Organizer (WO) bernama Masagi Wedding Organizer diduga melakukan penipuan massal yang menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Kasus ini mencuat dan viral di media sosial setelah para korban, baik dari pihak calon pengantin maupun vendor, mulai bersuara terkait hilangnya tanggung jawab dari pihak pengelola WO tersebut.



Korban Penipuan Masagi WO: Antara Malu dan Harapan yang Kandas



Salah satu korban yang merasakan dampak paling berat adalah K (25). Rencana pernikahan yang seharusnya menjadi momen paling bahagia dalam hidupnya pada akhir Desember 2025 lalu justru gagal total. K mengaku mengalami tekanan psikologis yang besar akibat kejadian ini, mengingat segala persiapan sudah dirancang jauh-jauh hari. Hingga saat ini, K dan puluhan korban lainnya masih dihantui ketidakpastian mengenai uang yang telah mereka setorkan kepada pihak Masagi WO.



Total Kerugian Mencapai Rp 549 Juta


Berdasarkan pendataan mandiri yang dilakukan melalui grup komunikasi WhatsApp bernama "Korban Masagi", jumlah orang yang merasa dirugikan mencapai 40 orang. Total kerugian sementara yang tercatat sangat fantastis, yakni mencapai Rp 549.437.500. Para pelaku usaha industri pernikahan, seperti vendor fotografer, juga turut terdampak dengan tidak dibayarkannya hak-hak mereka meski pekerjaan sudah dilakukan.



Proses Hukum dan Keberadaan Pelaku


Pihak kepolisian telah menerima laporan aduan terkait dugaan penipuan Wedding Organizer ini. Kasatreskrim Polres Garut membenarkan adanya aduan terkait kasus Masagi WO. Seiring dengan hilangnya AM, pemilik Masagi WO, keluarganya mengunggah narasi bahwa AM pingsan di dalam kendaraan umum, namun kini hilangnya AM diduga hanya modus untuk melarikan diri dari tanggung jawab.



source : kompas.com