![]() |
| Illustration: kompas.com |
Popularitas Tinggi dan Rencana Pemilihan Umum
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berencana untuk membubarkan Majelis Rendah parlemen untuk menggelar pemilihan umum lebih awal atau snap election segera setelah masa sidang reguler parlemen dimulai pekan depan. Hal ini diumumkan oleh salah satu pemimpin Japan Innovation Party (JIP), Hirofumi Yoshimura. Niat pembubaran parlemen ini muncul di tengah tingginya tingkat popularitas pemerintahan Takaichi, yang mencatatkan tingkat kepuasan publik sekitar 70 persen.
Kemitraan Politik dan Agenda Kebijakan Ambisius
Di samping popularitas tinggi Takaichi, koalisi pemerintah hanya menguasai mayoritas tipis di Majelis Rendah. Hal ini membatasi kemampuan pemerintah untuk meloloskan agenda kebijakan ambisius yang diusung Takaichi sejak dilantik sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang pada Oktober lalu. Niat pembubaran parlemen juga telah disampaikan langsung kepada Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal (LDP), Shunichi Suzuki, untuk menjelaskan alasan di balik langkah tersebut.
Pemilihan Umum dan Kebijakan Fiskal
Partai Komeito, mitra LDP selama 26 tahun, mengakhiri koalisi tahun lalu dengan alasan kegagalan LDP memperketat aturan pendanaan partai setelah mencuatnya skandal dana gelap. Jika Takaichi membubarkan Majelis Rendah pada 23 Januari, media lokal memperkirakan pemilihan umum akan digelar pada 8 Februari. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah penerapan kebijakan belanja fiskal yang lebih proaktif dan membantu pemerintah Jepang keluar dari kebuntuan diplomatik dengan China.
/data/photo/2025/12/03/692fa4b497d64.jpg)