Menyelami Kelezatan Bubur Ase, Kuliner Tradisional Khas Betawi yang Hampir Punah

Menyelami Kelezatan Bubur Ase, Kuliner Tradisional Khas Betawi yang Hampir Punah
Illustration: kompas.com

Keunikan Bubur Ase


Bubur ase merupakan salah satu kuliner tradisional khas Betawi yang memiliki cita rasa yang tak biasa. Hidangan ini memadukan bubur nasi lembut dengan kuah semur daging yang manis-gurih, asinan sayur yang asam segar, serta taburan kacang tanah goreng. Kombinasi tersebut menghasilkan harmoni rasa gurih, manis, dan asam dalam satu sajian. Tak sekadar makanan, bubur ase juga mencerminkan kekayaan budaya kuliner Betawi yang terbuka terhadap berbagai pengaruh, mulai dari Tionghoa hingga Eropa.



Perpaduan Bubur dan Semur yang Tak Lazim


Meski namanya bubur, bubur ase berbeda dari bubur pada umumnya. Bubur nasi disajikan polos dengan rasa gurih ringan, lalu disiram kuah semur daging sapi yang kental dan kaya rempah. Penggunaan kecap manis dalam semur menghadirkan sensasi manis-gurih yang khas. Perpaduan bubur lembut, daging sapi empuk, dan kuah semur yang hangat membuat hidangan ini mengenyangkan sekaligus nyaman disantap, terutama pada pagi hari.



Asal Nama "Ase"


Nama bubur ase terdengar sederhana, tetapi sarat makna. Dilansir dari Kompas.com (8/5/2024), istilah "ase" diyakini berasal dari sebutan Betawi untuk kuah atau saus yang disiramkan ke dalam hidangan. Dalam bubur ase, "ase" merujuk pada kuah semur yang menjadi penentu identitas rasa. Dengan kata lain, bubur nasi hanyalah dasar, sementara keunikan utama bubur ase justru terletak pada semurnya.



Isian Lengkap dan Kaya Tekstur


Selain bubur dan semur daging sapi, bubur ase kerap dilengkapi berbagai isian. Mulai dari kentang semur, tahu, taburan bawang goreng, hingga daun bawang. Beberapa penjual menambahkan acar timun atau tomat untuk memberi sentuhan segar. Keberagaman isian ini menciptakan sensasi tekstur yang kaya dalam setiap suapan, membuat bubur ase cocok disantap sebagai sarapan maupun hidangan utama.



Kuliner Betawi yang Langka


Seiring waktu, bubur ase semakin sulit ditemukan. Popularitasnya kalah dibandingkan kerak telor, soto Betawi, atau nasi uduk yang lebih mudah dijumpai di Jakarta. Proses pembuatan yang cukup rumit membuat tak banyak pedagang menjadikannya menu harian. Kini, bubur ase lebih sering muncul dalam acara budaya Betawi atau dijual di warung tertentu. Salah satu penjual yang dikenal masih mempertahankan cita rasa otentik adalah Bubur Ase Bang Lopi di Pasar Gandaria.



Disajikan dalam Momen Spesial


Secara tradisional, bubur ase kerap disajikan sebagai menu sarapan. Namun, hidangan ini juga hadir dalam acara keluarga, hajatan, atau perayaan tertentu. Kehadirannya melambangkan kebersamaan dan kehangatan dalam budaya Betawi.



Menyelami Kelezatan Bubur Ase


Lebih dari sekadar makanan, bubur ase adalah warisan kuliner Jakarta yang menyimpan cerita sejarah, identitas budaya, dan cita rasa khas. Kelestariannya kini bergantung pada generasi penerus agar hidangan ini tak benar-benar hilang dari meja masyarakat Jakarta.


source : kompas.com