Migrasi Burung dari China dan Rusia ke Tulungagung dan Trenggalek

Migrasi Burung dari China dan Rusia ke Tulungagung dan Trenggalek
Illustration: kompas.com

Migrasi Burung: Fenomena Alami yang Menakjubkan


Burung-burung migrasi melakukan perjalanan yang jauh untuk mencari sumber makanan atau tempat berkembang biak. Fenomena ini terjadi secara alami dan menjadi salah satu keajaiban alam yang menakjubkan. Di beberapa wilayah seperti Tulungagung dan Trenggalek, migrasi burung dari China dan Rusia telah menarik perhatian banyak orang. Hal ini terungkap melalui kegiatan pengamatan burung yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Kediri bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Himalaya UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.



Keberadaan Burung Migran dari Rusia dan China di Tulungagung


Dalam pengamatan yang dilakukan, teridentifikasi tujuh jenis burung migran yang berasal dari Rusia dan China. Burung-burung ini melakukan migrasi karena musim dingin di tempat asal mereka, sehingga mereka mencari makan di daerah tropis seperti Indonesia. Setelah beberapa bulan, mereka akan kembali ke daerah asal untuk berkembang biak. Beberapa contoh burung yang ditemukan termasuk Trinil pantai, Kicuit kerbau, dan Terik asia. Migrasi burung ini merupakan fenomena yang tetap terjadi setiap tahun dan menunjukkan ketahanan alam yang luar biasa.



Keberadaan Burung Migran dari Rusia di Trenggalek


Di Trenggalek, burung migran dari Rusia yang ditemukan adalah gajahan pengala. Mereka singgah di kawasan Hutan Magrove Pantai Cengkrong, mencari makanan sebelum kembali ke habitat asalnya. Polisi Kehutanan BBKSDA Jawa Timur menjelaskan bahwa daerah-daerah seperti Tulungagung dan Trenggalek menjadi lokasi persinggahan burung migran. Meskipun demikian, jenis burung yang ditemukan di Trenggalek berbeda dengan yang di daerah lain. Gajahan pengala dan trinil pantai adalah contoh burung migran yang berasal dari Rusia dan sekitarnya.



Alasan Burung Rusia dan China Migrasi ke Indonesia


Burung-burung migran melakukan perjalanan ke daerah tropis seperti Indonesia untuk mencari makanan selama musim dingin di daerah asal mereka. Mereka mengumpulkan energi dan berat tubuh mereka bisa meningkat dua kali lipat sebelum kembali untuk berkembang biak. Meskipun demikian, kehadiran burung migran ini tidak mengganggu ekosistem lokal karena jenis makanannya berbeda dengan burung-burung setempat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak menangkap burung migran tersebut agar proses migrasi dan keberlangsungan hidup mereka tetap terjaga.


source : kompas.com