Obsesi Gila Dodgers: Jika Gagal Dapatkan Skubal, Freddy Peralta Jadi Target Baru untuk Menimbun Lengan Bintang
![]() |
| Illustration: dodgersway.com |
Pembukaan: Obsesi Dodgers Menimbun Lengan Bintang di Tengah Kedalaman yang Sudah Menggunung
Los Angeles Dodgers dikenal memiliki filosofi yang sederhana namun brutal di Major League Baseball: tidak ada kata ‘cukup’ ketika berbicara tentang talenta, terutama pada posisi pelempar (pitcher). Meskipun mereka sudah memiliki kedalaman rotasi yang terisi penuh, lengkap dengan setidaknya tiga opsi cadangan yang siap mengisi peran swingman atau pengganti darurat, hasrat tim biru ini untuk mengakuisisi lengan elite tidak pernah padam. Dalam logika pasar MLB saat ini, yang menghadapi krisis cedera pitcher dan kebutuhan rotasi yang semakin intensif, memiliki tujuh atau delapan starter berkualitas adalah aset, bukan kemewahan. Dodgers memahami hal ini dengan sangat baik. Pencarian mereka yang paling agresif berpusat pada Tarik Skubal, ace muda Detroit Tigers, seorang pitcher yang memiliki potensi Cy Young Award. Namun, karena negosiasi dengan Tigers menemui jalan buntu dan biaya yang diminta terasa astronomis, perhatian Dodgers kini bergeser. Mereka membutuhkan Plan B—seorang pitcher yang memiliki kaliber bintang, namun lebih realistis untuk didapatkan tanpa harus mengosongkan seluruh lumbung prospek mereka. Masuklah nama Freddy Peralta, bintang Milwaukee Brewers, yang secara mendadak menjadi pusat spekulasi perdagangan di tengah musim dingin.
Mengapa Tarik Skubal Sulit Didapat: Bintang Utama yang Terlalu Mahal
Tarik Skubal adalah impian basar setiap manajer umum. Ia adalah pitcher kidal yang baru berusia 27 tahun, menunjukkan kontrol yang luar biasa, dan memiliki beberapa musim lagi sebelum mencapai status bebas agen. Potensinya untuk menjadi pemenang Cy Young di masa depan sangat nyata. Wajar jika Dodgers menempatkannya sebagai target utama di sekitar Rapat Musim Dingin (Winter Meetings). Namun, Tigers tidak sedang dalam posisi terdesak untuk menjual. Skubal adalah batu penjuru masa depan mereka. Untuk meyakinkan Tigers melepaskan aset sekrusial ini, Dodgers harus bersedia menyerahkan segepok prospek terbaik mereka—mungkin tiga hingga empat pemain Prospek Top 10, ditambah beberapa pemain yang sudah berada di tingkat Major League. Tingkat harga ini biasanya hanya dipersiapkan oleh Dodgers untuk pitcher yang sudah teruji dan memenangkan setidaknya dua kali Cy Young Award. Meskipun Dodgers memiliki kedalaman prospek yang dibutuhkan, mereka enggan mengeluarkan modal sebesar itu untuk seorang pemain yang, meskipun elite, masih belum mencapai puncaknya. Kenyataan bahwa negosiasi Skubal mandek menunjukkan bahwa Dodgers, meskipun dikenal rakus, tetap menghitung biaya pengorbanan secara rasional. Kebutuhan mendesak untuk memperkuat rotasi memunculkan kebutuhan akan alternatif yang memberikan dampak serupa dengan harga yang sedikit lebih terjangkau.
Freddy Peralta: Rencana B yang Lebih Realistis dan Strategis
Saat rumor mengenai Skubal mulai mereda, nama Freddy Peralta muncul ke permukaan, menarik perhatian para analis dan juga tim Dodgers sendiri, sebagaimana dilaporkan oleh Ken Rosenthal dan Will Sammon dari The Athletic. Peralta, yang merupakan starter kunci Milwaukee Brewers, menawarkan paket yang sangat menarik. Meskipun ia bukan Skubal dalam hal kontrol masa depan, ia adalah pelempar All-Star dua kali yang bahkan menerima suara dalam pemilihan Cy Young di musim 2021. Faktor kuncinya adalah kontrak dan situasi tim. Brewers baru saja mengeksekusi opsi klub senilai $8 juta yang sangat wajar untuk mempertahankannya selama satu tahun lagi, sebelum ia menjadi bebas agen. Harga yang relatif kecil untuk pitcher dengan kualitas tersebut membuatnya menjadi aset yang sangat berharga di pasar perdagangan. Brewers, yang tampaknya siap memasuki fase retooling, cenderung lebih terbuka untuk memindahkan Peralta demi mendapatkan prospek yang dapat mempercepat pembangunan ulang tim. Peralta, dengan kecepatan bola cepatnya yang eksplosif dan slider yang mematikan, bisa menjadi jangkar yang sempurna untuk Dodgers—seorang starter elite yang dapat mengisi slot tinggi di rotasi tanpa mengharuskan Dodgers menyerahkan seluruh masa depan organisasi mereka.
Anatomi Kesepakatan: Amunisi Dodgers dan Kebutuhan Brewers
Pasar untuk pitcher starter berkualitas telah mengalami inflasi yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Contoh terbaru adalah ketika Red Sox harus menyerahkan dua prospek papan atas (ditambah uang tunai) hanya untuk mendapatkan Sonny Gray yang saat itu sudah berusia 36 tahun. Jika harga untuk Gray setinggi itu, maka harga untuk Freddy Peralta—seorang pitcher yang lebih muda dan lebih dominan—pasti akan sangat mahal, bahkan meskipun ia hanya memiliki satu tahun kontrol tersisa. Namun, Dodgers memiliki amunisi yang dibutuhkan, yang membuat mereka menjadi mitra dagang ideal bagi Brewers. Dodgers memiliki cadangan prospek yang luar biasa, terutama di departemen pitching. Nama-nama seperti Emmet Sheehan, Gavin Stone, dan River Ryan adalah prospek tingkat Major League yang siap pakai atau hampir siap pakai, tetapi tersumbat di sistem Dodgers karena rotasi mereka yang sudah penuh. Bagi Brewers, mendapatkan salah satu atau dua dari lengan muda tersebut, ditambah beberapa prospek posisi, akan menjadi paket yang sangat baik untuk seorang pitcher yang akan menjadi walk year. Kesepakatan semacam ini memungkinkan Dodgers untuk tetap mempertahankan inti prospek terbaik mereka (seperti Diego Cartaya atau Michael Busch, tergantung kebutuhan lain) sambil tetap mendapatkan pitcher kaliber ace. Ini adalah pertukaran strategis: menukarkan kedalaman pitching yang berlebihan dengan kualitas pitching yang terjamin.
Polemik Rotasi yang Penuh Sesak: Mengelola Kedalaman yang Berlebihan
Jika Dodgers berhasil mendapatkan Freddy Peralta, rotasi mereka akan terlihat sangat menakutkan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mereka akan mengelola begitu banyak starter yang berkualitas. Mereka akan memiliki pitcher-pitcher unggulan yang bersaing untuk mendapatkan lima slot rotasi awal, dan beberapa pemain berbakat lainnya terpaksa ditempatkan di bullpen atau Triple-A. Namun, kritik tentang "keserakahan" ini selalu disukai oleh tim Dodgers. Dalam kompetisi maraton musim MLB, kedalaman adalah mata uang yang paling berharga. Cedera adalah keniscayaan. Musim lalu, hampir setiap tim papan atas membutuhkan minimal tujuh hingga delapan starter berbeda. Dengan menambahkan Peralta, Dodgers tidak hanya mendapatkan starter yang unggul, tetapi juga mengurangi tekanan pada lengan muda seperti Sheehan dan Stone, yang mungkin memerlukan penyesuaian yang lebih lambat di tingkat Major League, atau justru menjadi umpan yang sempurna untuk perdagangan ini. Kedatangan Peralta memastikan bahwa bahkan jika ada kemunduran yang tidak terduga dari pemain kunci atau jika ada cedera parah, kedalaman dan kualitas rotasi Dodgers tidak akan terganggu. Mereka pada dasarnya sedang mencoba membangun rotasi yang kebal terhadap bencana.
Menanti Keputusan Akhir: Mengapa Waktu Adalah Segalanya di Bursa Pitcher
Keputusan apakah Dodgers akan benar-benar merealisasikan minat mereka pada Freddy Peralta kemungkinan besar akan terjadi lebih cepat daripada saga Tarik Skubal. Brewers, yang berada dalam kondisi ketidakpastian manajemen setelah perubahan struktur dan potensi retooling, cenderung ingin mendapatkan prospek musim dingin sebelum kamp pelatihan dimulai. Sementara itu, Dodgers tahu betul bahwa jika mereka tidak bergerak cepat, tim lain yang juga haus akan pitcher (seperti Yankees, Orioles, atau bahkan rival divisi mereka) akan segera mengajukan tawaran yang menggiurkan. Peralta mewakili peluang jangka pendek yang sangat kuat. Ia dapat bertindak sebagai “penjaga gawang” yang menahan tekanan selama musim ini, memberikan tim waktu untuk menilai kembali situasi Skubal di musim panas atau menjelang akhir musim, ketika statusnya sebagai bebas agen semakin dekat. Bagi Dodgers, yang memiliki jendela kejuaraan yang terbuka lebar, mendapatkan pitcher kaliber Peralta adalah investasi yang hampir wajib, bahkan jika itu berarti mereka harus dituduh gloton (rakus) oleh seluruh liga.


Tidak ada komentar
Posting Komentar