Operasi ICE di Minneapolis: Kontroversi Penahanan Bocah Lima Tahun

Operasi ICE di Minneapolis Kontroversi Penahanan Bocah Lima Tahun
Illustration: kompas.com

Penahanan Bocah Lima Tahun dalam Operasi ICE

Penahanan bocah laki-laki berusia lima tahun dalam operasi besar-besaran Petugas Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis telah memicu kemarahan di masyarakat Amerika Serikat. Operasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mendeportasi jutaan imigran ilegal di seluruh AS. Wakil Presiden AS JD Vance membenarkan bahwa bocah bernama Liam Conejo Ramos termasuk di antara yang ditahan. Namun, pernyataan Vance menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk tokoh politik dan organisasi internasional.


Reaksi dan Kritik Terhadap Penahanan Bocah Lima Tahun

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, menyerukan agar otoritas AS mengakhiri tindakan yang tidak manusiawi terhadap migran dan pengungsi. Seruan protes dan kecaman terhadap ICE pun tersebar luas di media sosial. Anggota Kongres Demokrat, Joaquin Castro, menentang pernyataan Vance dan menyebut otoritas Keamanan Dalam Negeri sebagai "pembohong yang sakit jiwa". Mantan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, juga mengecam keras tindakan aparat penegak hukum.


Penjelasan ICE dan Tindakan Lanjutan

Departemen Keamanan Dalam Negeri membantah bahwa Liam Ramos menjadi target operasi. Mereka menjelaskan bahwa anak itu ditinggalkan oleh ayahnya saat agen sedang menangkap sang ayah. ICE juga mengklaim sudah memberi pilihan kepada orang tua untuk ikut ditahan bersama anak atau menyerahkan anak kepada orang yang mereka percayai. Tensi di Minneapolis terus meningkat sejak kejadian penembakan seorang ibu oleh agen ICE, yang belum diskors atau dikenai tuntutan pidana.


source : kompas.com