![]() |
| Illustration: kompas.com |
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi vs Ancaman Banjir
Memasuki tahun 2026, sektor properti nasional menghadapi paradoks yang tajam. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5-6 persen memberikan angin segar bagi pasar residensial dan komersial. Namun, anomali iklim yang memicu bencana banjir kronis mulai menjelma menjadi variabel determinan yang mampu meluluhlantakkan nilai aset dalam sekejap. Country Director Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, menekankan bahwa pasar tetap prospektif, namun faktor risiko lingkungan telah mengubah cara pandang investor terhadap properti.
Perubahan Paradigma Investasi Properti
Properti kini bukan lagi sekadar soal investasi, melainkan tentang ketahanan terhadap risiko ekologis yang makin sulit diprediksi. Contohnya, Pantai Mutiara di Jakarta Utara mengalami penurunan nilai properti akibat land subsidence yang membuat kawasan tersebut rentan terhadap bencana banjir. Hal ini menunjukkan perlunya infrastruktur yang mampu mengatasi masalah lingkungan untuk menjaga nilai properti.
Audit Tata Ruang dan Standar Infrastruktur
Tenggelamnya sejumlah kawasan hunian pada awal tahun 2026 memicu debat mengenai tanggung jawab terkait banjir. Pengamat Tata Ruang dan Lingkungan Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menekankan perlunya audit tata ruang untuk membedah dosa masa lalu dalam pemberian izin mendirikan bangunan. Selain itu, ketimpangan standar infrastruktur seperti drainase yang tertinggal perlu segera diperbaiki untuk mengurangi risiko banjir.
Mitigasi 2026: Langkah-Langkah Rasional
Perspektif baru muncul terkait penanganan banjir di kawasan pesisir. Nirwono menyarankan adopsi batasan seperti di Tokyo untuk melarang pembangunan di zona risiko tinggi. Pengalihan dari rumah tapak ke rumah susun di zona risiko tinggi dianggap sebagai langkah mitigasi jangka panjang yang paling rasional untuk menjaga nilai properti agar tetap kompetitif. Implementasi Perpres Nomor 60 Tahun 2020 tentang tata ruang Jabodetabekpunjur perlu ditingkatkan untuk menghadapi perubahan iklim dan memitigasi risiko banjir.
/data/photo/2025/11/23/692316c933bc7.jpg)