![]() |
| Illustration: kompas.com |
Peran AI dalam Peringkat Universitas
Kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam kegiatan belajar di kampus akibat kecerdasan buatan atau AI dapat berpengaruh terhadap peringkat universitas. Menurut QS (Quacquarelli Symonds), pelanggaran akademik terkait AI tidak hanya berdampak secara langsung, namun juga secara tidak langsung memengaruhi skor reputasi akademis dan pandangan dari pemberi kerja. Sejarah menunjukkan bahwa kerusakan reputasi akibat pelanggaran akademik dapat membentuk pandangan institusi oleh komunitas akademisi dan pemberi kerja global.
Kemampuan Universitas dalam Mengelola AI
Survei reputasi berdasarkan persepsi yang dilakukan QS mencerminkan pentingnya kemampuan universitas dalam mengelola AI secara bertanggung jawab. Penyebaran AI generatif yang pesat memperkuat keterlibatan universitas, pembuat kebijakan, dan pemberi kerja dalam isu-isu seperti desain penilaian, integritas akademik, dan tata kelola. Menurut QS, tata kelola AI dan integritas akademis menjadi indikator penting bagi penelitian dan keterlibatan sektor pendidikan tinggi.
Pelanggaran Akademik terkait AI di Korea Selatan
Di Korea Selatan, serangkaian kasus pelanggaran akademik terkait AI telah terjadi. Universitas-universitas di negara tersebut masih lambat dalam merespons kasus-kasus ini dan terbatas pada tindak lanjut pascainsiden. Contohnya, Universitas Yonsei menghadapi serangkaian kasus pelanggaran terkait bantuan teknologi, meskipun sudah memiliki pedoman etika AI. Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Yonsei terlibat dalam manipulasi foto pelatihan klinis, menunjukkan perlunya langkah-langkah tindak lanjut konkret dan perubahan sistemik yang lebih luas.
/data/photo/2025/04/21/6806488959f3d.jpg)