![]() |
| Illustration: kompas.com |
Perlawanan Partai Republik terhadap Rencana Pengambilalihan Greenland
Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland mulai menimbulkan perlawanan, termasuk dari anggota Partai Republik di Kongres AS. Sejumlah anggota parlemen menyuarakan kekhawatiran atas penggunaan kekuatan militer AS di luar negeri. Pertanyaan pun muncul mengenai sejauh mana Kongres akan menentang rencana pengambilalihan wilayah tersebut, serta apakah Trump akan tunduk pada tekanan Kongres atau bertindak sepihak.
Penolakan Internal Partai Republik
Belakangan, banyak anggota Partai Republik yang awalnya mendukung Trump mulai menentang rencana pengambilalihan Greenland. Beberapa pimpinan partai menyatakan bahwa minat AS untuk membeli Greenland atau merebutnya melalui kekuatan militer sangat kecil. Opsi militer yang sebelumnya dibuka oleh Gedung Putih juga ditolak secara tegas oleh Trump dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Sejumlah legislator Partai Republik bahkan bergabung dengan Demokrat menentang rencana Trump mengenakan tarif terhadap negara-negara yang tidak mendukung ambisinya atas Greenland.
Kekhawatiran akan Pengaruh terhadap NATO
Senator Thom Tillis dari North Carolina menilai rencana tarif yang diajukan Trump merugikan Amerika Serikat. Ia menilai kebijakan tersebut dapat merugikan Amerika, pelaku usaha AS, dan sekutu Amerika, sambil memperingatkan bahwa langkah tersebut akan menguntungkan China dan Rusia. Beberapa legislator lainnya juga menyuarakan kekhawatiran serupa, menganggap ambisi Trump terhadap Greenland berpotensi merusak soliditas NATO.
/data/photo/2026/01/22/69716e41d021a.jpg)