![]() |
| Illustration: kompas.com |
Permasalahan Sedimentasi di Sungai Aek Doras
Sungai Aek Doras di Kota Sibolga, Sumatera Utara mengalami pendangkalan yang disebabkan oleh material sedimen banjir yang menumpuk di alur sungai. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kapasitas tampung sungai dan meningkatkan potensi limpasan air ke kawasan permukiman saat hujan deras. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan melakukan percepatan normalisasi sedimentasi dan pembukaan kembali alur Sungai Aek Doras.
Pengerukan dan Penataan Alur Sungai
Langkah normalisasi Sungai Aek Doras melibatkan pengerukan sedimen, penataan ulang alur sungai, serta pengangkutan material hasil pengerukan. Tujuannya adalah untuk mengembalikan penampang sungai agar aliran air lebih lancar, mengurangi potensi genangan, serta memulihkan fungsi sungai sebagai pengendali banjir alami. Untuk mempercepat pekerjaan, BBWS Sumatera II Medan menggunakan sejumlah alat berat seperti excavator, bulldozer, dan dump truck.
Penanganan Sungai Lain di Wilayah Terdampak
Selain Sungai Aek Doras, Kementerian PU juga melakukan penanganan sedimentasi di sejumlah sungai lain di wilayah terdampak bencana secara serentak. Sungai Aek Habil, Aek Tukka, Aek Hajoran, Aek Garoga, dan Aek Batang Toru juga mendapat perhatian dalam upaya normalisasi sungai. Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan sungai-sungai terdampak bencana di Sumatera Utara sebagai bagian dari langkah tanggap darurat dan mitigasi risiko bencana.
