![]() |
| Illustration: kompas.com |
Penyebab Gelombang Tinggi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Peringatan ini dipicu oleh peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang dipengaruhi oleh Bibit Siklon Tropis 91W di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya. Kondisi ini berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas pesisir di berbagai daerah.
Dampak Peningkatan Kecepatan Angin
Selain itu, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 8–25 knot. Di sisi lain, wilayah selatan Indonesia mengalami angin yang bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 28 knot. Hal ini menyebabkan peningkatan gelombang laut di berbagai wilayah perairan Indonesia.
Wilayah Berpotensi Terkena Gelombang Tinggi
Peningkatan tinggi gelombang laut berpotensi terjadi di berbagai wilayah, seperti Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Laut Arafuru bagian barat, dan masih banyak lagi. BMKG mengimbau seluruh pengguna transportasi laut, mulai dari perahu nelayan hingga kapal ferry, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca serta maritim dari sumber resmi BMKG guna mengantisipasi dampak gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas pesisir.
