![]() |
| Illustration: kompas.com |
Pasang Laut Tinggi dan Dampaknya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait pasang laut tinggi yang berpotensi terjadi di wilayah pesisir Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Pasang laut dengan ketinggian antara 2,7 hingga 2,9 meter diprakirakan terjadi pada 21 Januari 2026. Hal ini dinilai berisiko menghambat aktivitas masyarakat pesisir, terutama para petambak. BMKG mengingatkan bahwa pasang laut tinggi dapat memicu berbagai dampak, mulai dari banjir rob hingga terendamnya tambak yang berujung pada kerugian ekonomi bagi warga.
Mengapa Pasang Laut Perlu Diwaspadai?
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan bahwa pasang laut tinggi memiliki potensi dampak yang cukup luas, terutama di wilayah pesisir yang masih memiliki aktivitas budi daya perikanan. Pasang laut bisa menyebabkan berbagai masalah seperti banjir rob, tambak terendam, dan dampak lainnya, tidak hanya terhadap tambak tetapi juga aktivitas masyarakat yang bergantung pada kawasan pesisir.
Wilayah yang Diprakirakan Terdampak
BMKG memprakirakan bahwa kawasan muara Sungai Mahakam, khususnya di Pulau Nubi, Kabupaten Kutai Kartanegara, adalah salah satu wilayah yang berpotensi mengalami pasang laut tinggi. Pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,7 meter pada 21 Januari 2026. Di wilayah periode tersebut, pasang terendah diprakirakan mencapai 0,3 meter. Wilayah ini sangat penting karena memiliki aktivitas tambak udang dan kepiting yang intens, sehingga peringatan dini ini diharapkan dapat membantu warga melindungi tambak mereka.
Dampak Lain yang Berpotensi Terjadi
Selain berdampak pada tambak, pasang laut tinggi juga berpotensi mengganggu aktivitas lain di kawasan pesisir. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan dapat terganggu, begitu juga dengan aktivitas sosial masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. Pasang laut juga bisa membahayakan pemukiman warga yang dekat pantai, terutama anak-anak yang bermain di pantai. Wilayah pesisir lainnya di Kalimantan Timur juga perlu diwaspadai, seperti muara Sungai Berau dan Teluk Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur.
