![]() |
| Illustration: kompas.com |
Signifikasi Puasa Ramadhan
Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan paling mulia dalam kalender Hijriyah. Selain sebagai kewajiban ibadah, puasa Ramadhan juga merupakan sarana pembinaan spiritual bagi umat Islam. Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, puasa Ramadhan membantu untuk mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak amal kebajikan. Bagi yang menjalankannya dengan keikhlasan, Allah SWT menjanjikan ampunan dosa dan peningkatan derajat sebagai hamba yang bertakwa.
Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2026
Puasa Ramadhan tahun 2026 diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Februari. Perhitungan Muhammadiyah menyatakan bahwa awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) diharapkan menciptakan keseragaman penentuan awal bulan Hijriah secara global. Namun, pemerintah Indonesia masih menunggu hasil sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadhan secara resmi.
Persiapan Menyambut Ramadhan
Mengetahui waktu dimulainya puasa Ramadhan penting untuk mempersiapkan diri secara optimal. Persiapan fisik dan spiritual yang matang akan membantu seseorang menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk. Ayat Al-Qur'an menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Oleh karena itu, persiapan menyambut Ramadhan menjadi bagian penting dari proses meraih nilai ketakwaan.
Analisis Persiapan Spiritual
Menurut kitab Latha'iful Ma'arif, bulan Rajab diibaratkan sebagai masa menanam, bulan Sya'ban sebagai masa menyiram, dan Ramadhan sebagai waktu memanen hasil. Analogi ini menunjukkan bahwa Ramadhan perlu dipersiapkan melalui tahapan spiritual sebelumnya. Pada bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk membersihkan hati dengan taubat dan memohon ampunan. Sementara pada bulan Sya'ban, kualitas dan kuantitas ibadah perlu ditingkatkan serta memperbaiki kekhusyukan dan keikhlasan.
