![]() |
| Illustration: kompas.com |
Proses Pembakuan Ejaan Nama Negara
Ketika publik sibuk dengan isu-isu besar, bahasa bekerja diam-diam untuk mengubah cara kita menyebut dunia. Salah satu perubahan yang menarik perhatian adalah perubahan ejaan nama negara Thailand menjadi Tailan dalam Bahasa Indonesia. Meskipun terlihat sepele, perubahan ini merupakan hasil dari proses institusional yang panjang dan melibatkan berbagai pihak terkait. Proses ini dimulai dari penyusunan dokumen eksonim nasional oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Bahasa Kemdikbud, yang melibatkan ahli linguistik dan akademisi untuk menyesuaikan penulisan nama geografis asing dengan kaidah Bahasa Indonesia.
Pengaruh Pembakuan Ejaan Nama Negara secara Internasional
Hasil pembakuan ejaan nama negara tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga secara internasional. Indonesia mendaftarkan perubahan ejaan "Tailan" ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN), sebuah forum PBB yang menangani standardisasi nama geografis dunia. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam tata kelola nama geografis internasional. Selain itu, ejaan baru tersebut juga dimasukkan dalam pemutakhiran Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk digunakan dalam dokumen resmi, pendidikan, peta, dan media massa berbahasa Indonesia.
Refleksi atas Perubahan Ejaan Nama Negara
Perubahan ejaan nama negara Thailand menjadi Tailan memunculkan refleksi terhadap pengaruh bahasa terhadap kebiasaan dan persepsi personal. Meskipun perubahan ejaan ini tidaklah baru, beberapa perubahan serupa telah dilakukan dalam Bahasa Indonesia. Namun, karena Tailan adalah negara tetangga dan destinasi wisata populer, perubahan ini terasa lebih mengganggu. Sebenarnya, perubahan ejaan ini merupakan upaya Bahasa Indonesia untuk konsisten sebagai bahasa modern yang memiliki otoritas atas ejaannya sendiri, tanpa harus selalu mengikuti tren global.
/data/photo/2018/09/17/1556885659.jpg)