Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia: Prakiraan BMKG 22-29 Januari 2026

Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia Prakiraan BMKG 2229 Januari 2026
Illustration: kompas.com

Pengaruh Faktor Atmosfer Terhadap Potensi Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan bahwa potensi cuaca ekstrem masih tinggi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 22 hingga 29 Januari 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal, seperti penguatan Monsun Asia serta keberadaan bibit siklon tropis di selatan Indonesia. BMKG mencatat bahwa hujan dengan intensitas lebat telah terjadi di berbagai wilayah, menunjukkan masih aktifnya sistem atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.


Faktor Penyebab Potensi Cuaca Ekstrem


Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia antara lain penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara lembap, keberadaan bibit siklon tropis di selatan Indonesia, aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin, serta kondisi ENSO yang mengindikasikan La NiƱa lemah. Kombinasi faktor-faktor ini berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah.


Prakiraan Cuaca 23–29 Januari 2026

Secara umum, cuaca di Indonesia pada periode 23–29 Januari 2026 diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang.



source : kompas.com