![]() |
| Illustration: kompas.com |
Penyebab Gelombang Protes di Iran
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengakui bahwa demo di Iran telah menelan korban jiwa ribuan orang. Protes anti-pemerintah tersebut dipicu oleh tingginya inflasi dan kenaikan biaya hidup, yang membuat rakyat merasa tertekan. Khamenei menyalahkan Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kekerasan yang terjadi, dengan menuduh Presiden AS, Donald Trump, sebagai pelaku "kriminal" yang terlibat dalam aksi pemberontakan tersebut.
Keterlibatan Asing dalam Demonstrasi di Iran
Pihak berwenang Iran secara konsisten menyalahkan kekuatan asing, terutama AS dan Israel, atas eskalasi kekacauan dalam negeri. Mereka mengklaim bahwa kedua negara tersebut terlibat dalam mengatur dan mengarahkan kerusuhan dengan bantuan agen-agen di lapangan. Meskipun Iran tidak berniat menciptakan konflik di luar negeri, mereka tetap mengancam akan memberikan balasan kepada para pelaku domestik maupun internasional yang terlibat dalam aksi kekerasan.
Skala Korban Jiwa dan Tindakan Pemerintah Iran
Dalam pernyataan terbarunya, Khamenei mengungkapkan bahwa ribuan orang telah tewas dalam demo Iran, mencakup para demonstran yang melakukan kekerasan. Hal ini merupakan kali pertama otoritas Iran secara terbuka menyebut jumlah korban jiwa yang sangat tinggi. Sementara pihak berwenang Iran hanya mengakui ratusan korban jiwa, laporan dari kelompok hak asasi manusia memperkirakan angka korban tewas mencapai 3.000 orang. Selain korban jiwa, sekitar 3.000 orang juga ditangkap terkait aksi protes tersebut.
Pemulihan Layanan Komunikasi di Iran
Fars melaporkan bahwa Pemerintah Iran telah memulai proses pemulihan layanan pesan singkat (SMS) secara nasional setelah delapan hari pemutusan internet hampir total. Langkah ini merupakan bagian dari rencana untuk membuka kembali akses komunikasi setelah gelombang demo yang terjadi. Meskipun demikian, situasi di Iran tetap tegang dengan tuduhan terhadap AS dan Israel sebagai dalang di balik aksi kekerasan dalam negeri.
/data/photo/2025/11/24/6923d126761fa.jpg)