![]() |
| Illustration: kompas.com |
Fakta-fakta Mendalam Terkait Kecelakaan Maut di Tebing Tinggi
Kecelakaan maut antara kereta api Sribilah Utama dan mobil Toyota Avanza di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, telah menelan korban jiwa sebanyak sembilan orang. Insiden tragis ini terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Kelurahan Tebing Tinggi pada Rabu malam. Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Firman Darmansyah memastikan bahwa semua korban meninggal dunia adalah penumpang minibus Toyota Avanza tersebut.
Korban Meninggal Terdiri dari Berbagai Usia
Seluruh korban yang tewas dalam kecelakaan tersebut berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia. Identitas sembilan korban yang telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan antara lain Abdul Kadir Al Jaelani (42), Rizal (59), Daratul Laila (50), hingga Muhammad Rafkha Attaqih (2).
Insiden Mobil Terseret Sejauh 300 Meter
Kombes Pol Firman menjelaskan bahwa mobil Toyota Avanza yang ditabrak oleh kereta api tersebut mengalami benturan hebat dan terseret sejauh 300 meter dari titik awal kejadian. Keadaan ini menunjukkan betapa dahsyatnya kecelakaan yang terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Tebing Tinggi.
Kerusakan Sarana dan Keterlambatan Jadwal KA
Dampak dari kecelakaan ini tidak hanya terjadi pada kendaraan minibus, namun juga pada lokomotif Kereta Api Sribilah Utama yang mengalami kerusakan serius. Hal ini menyebabkan keterlambatan jadwal keberangkatan kereta api dan memaksa PT KAI untuk mengirimkan lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi.
Lokasi Rawan Kecelakaan di Perlintasan Tanpa Palang
Area perlintasan tanpa palang pintu di Sektor V Jalan Abdul Hamid di Tebing Tinggi telah dikenal sebagai lokasi rawan kecelakaan. Minimnya penerangan, kondisi jalan yang berliku, dan ketiadaan palang pintu resmi menjadi faktor penyebab seringnya insiden kecelakaan di titik tersebut.
