Bitcoin Turun Tajam, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Bitcoin Turun Tajam, Apa yang Harus Dilakukan Investor
Illustration: finance.detik.com

Bitcoin Anjlok, Apa Penyebabnya?

Harga Bitcoin (BTC) kembali anjlok di tahun 2026. Data pasar menunjukkan penurunan sebesar -1,25% ke kisaran US$ 66.450 atau sekitar Rp 1,12 miliar. Penurunan ini terjadi setelah rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang mengungkap adanya perbedaan pandangan pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS). Bagaimana hal ini akan memengaruhi pasar kripto dan apa yang seharusnya dilakukan oleh investor?


Apa Dampak Perbedaan Pandangan FOMC?


Notulensi FOMC terbaru menunjukkan kesepakatan hampir semua pejabat untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Namun, pasar merespons negatif terhadap perbedaan pandangan mengenai langkah selanjutnya The Fed. Beberapa pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain bersedia memangkasnya jika tekanan harga mereda. Bagaimana hal ini akan berdampak pada harga Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan?


Bagaimana Sikap Investor di Tengah Koreksi Harga Bitcoin?

Koreksi harga Bitcoin pasca rilis FOMC adalah reaksi pasar yang wajar dan bersifat sementara. Investor global hanya melakukan penyesuaian terhadap timeline pemangkasan suku bunga The Fed. Meskipun Bitcoin turun di bawah US$ 67.000, pergerakan ini masih dalam rentang konsolidasi yang sehat. Harga BTC di level US$64.000 menjadi titik support yang kuat, dan fase konsolidasi ini sering menjadi fondasi baik sebelum pasar kembali menguat. Bagaimana investor seharusnya merespons kondisi ini?