Cara Meningkatkan Penjualan di WhatsApp Business selama Ramadhan 2026

Cara Meningkatkan Penjualan di WhatsApp Business selama Ramadhan 2026
Illustration: cnbcindonesia.com

Manfaatkan WhatsApp Business untuk Meningkatkan Pendapatan


WhatsApp bukan hanya sekedar tempat bertukar pesan dengan kerabat atau keluarga. Namun bagi Anda yang memiliki usaha bisa dimanfaatkan untuk mencari pendapatan. Dalam laporan WhatsApp menyebutkan 88% masyarakat Indonesia mengirimkan pesan kepada bisnis setiap minggunya. Artinya menjadi cara paling efektif antara pelanggan dan bisnis untuk berinteraksi secara bisnis, dari bertanya dan menjawab pertanyaan, mendiskusikan produk, hingga menyelesaikan pembelian. Di bulan Ramadhan ini, pemilik usaha harus bisa bergerak cepat. Sebab akan ada perubahan perilaku konsumen, begitu juga lonjakan pesanan jelang berbuka puasa hingga peningkatan permintaan jelang Idulfitri.



Profil yang Lengkap dan Informatif



Anda harus memiliki profil yang lengkap, dari deskripsi, kategori, alamat hingga informasi kontak. Dengan begitu usaha yang tengah dijalankan bisa membangun kredibilitas, serta calin pelanggan bisa yakin saat melakukan pembelian. Jangan lupa juga perbarui jam operasional saat Ramadhan yang terkadang mengalami perubahan. Jadi pelanggan tidak kebingungan dan tidak memesan di luar jam layanan.



Pesan Otomatis untuk Layanan yang Lebih Baik


Fitur pesan otomatis dapat dimanfaatkan untuk memastikan pesan yang masuk telah diterima dan direspon. Pesan itu akan membuat pelanggan merasa dihargai meski belum dilayani secara langsung. Saat Ramadhan, Anda juga perlu membuat pesan otomatis sedang beristirahat. Berikan informasi kapan mereka bisa kembali lagi dan akan direspon oleh Anda. Untuk mengaktifkannya, buka tab Fitur dan pilih Salam Otomatis atau Pesan Tidak di Tempat.



Label Pesan untuk Mengelola Chat dengan Lebih Efisien


Label pesan berfungsi saat lonjakan pesanan terjadi. Jadi anda mengelompokkan chat berdasarkan statusnya, misalnya Sudah Bayar, Siap Dikirim atau Hampers Lebaran. Berikan warna berbeda agar dapat mengelolanya secara efisien. WhatsApp juga memberikan catatan jika beberapa pengguna kini akan melihatnya sebagai Daftar, menggantikan Label.