Insentif Mobil Listrik Berakhir, Bagaimana Dampaknya bagi Konsumen?

Insentif Mobil Listrik Berakhir, Bagaimana Dampaknya bagi Konsumen
Illustration: oto.detik.com

Insentif Mobil Listrik dan Dampaknya

Insentif mobil listrik telah berakhir sejak Desember 2025 dan belum ada kepastian apakah akan diperpanjang. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana dampaknya bagi calon konsumen mobil listrik. Menurut Niko Kurniawan dari Adira Finance, insentif tersebut memang memiliki pengaruh, terutama terkait harga kendaraan. Namun, segalanya bergantung pada kemampuan produsen mobil listrik untuk menjaga harga tetap stabil tanpa insentif. Konteks ini menjadi penting dalam memahami dinamika pasar mobil listrik di Indonesia.


Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan Listrik


Niko Kurniawan juga menyebutkan bahwa pembiayaan di sektor kendaraan listrik mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Adanya insentif sebelumnya, seperti potongan PPN, memberikan dorongan positif bagi pasar mobil listrik. Diungkapkan bahwa Adira Finance berhasil mencapai jumlah pembiayaan yang mengesankan pada tahun sebelumnya, menunjukkan minat yang terus meningkat dari konsumen terhadap kendaraan listrik.


Kejelasan Insentif Mobil Listrik di Masa Depan

Meskipun insentif mobil listrik untuk tahun 2025 telah berakhir, masih belum ada kejelasan mengenai kelanjutannya. Pemerintah masih dalam proses meninjau kembali kebijakan insentif tersebut. Kementerian Perindustrian telah mengirimkan usulan kepada Kementerian Keuangan terkait hal ini, namun keputusan akhir masih menunggu. Sementara itu, program insentif lain seperti PPnBM dan keringanan pajak kendaraan masih berlanjut, memberikan stabilitas bagi pasar mobil listrik.


source : oto.detik.com