Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kasus Dugaan Keracunan di Penajam Paser Utara: Wakil Bupati Hentikan Sementara Operasional SPPG Yayasan Bakti Benuo Taka

Makan Bergizi Gratis MBG dan Kasus Dugaan Keracunan di Penajam Paser Utara Wakil Bupati Hentikan Sementara Operasional SPPG Yayasan Bakti Benuo Taka
Illustration: kompas.tv
<a href="/search/label/Makan%20Bergizi%20Gratis?&max-results=7">Makan Bergizi Gratis</a> (MBG) dan Kasus Dugaan Keracunan di <a href="/search/label/Penajam%20Paser%20Utara?&max-results=7">Penajam Paser Utara</a>: Wakil Bupati Hentikan Sementara Operasional SPPG Yayasan Bakti Benuo Taka

Wakil Bupati Penajam Paser Utara Menyetop Sementara Operasional SPPG

Wakil Bupati Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin telah menyetop sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bakti Benuo Taka. Keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Abdul Waris menyatakan bahwa operasional SPPG di Kecamatan Waru dihentikan sementara untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang sedang dilakukan.


Penghentian Operasional SPPG dan Tindakan Lanjutan


Abdul Waris menjelaskan bahwa penghentian operasional SPPG Yayasan Bakti Benuo Taka dilakukan sambil menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lanjutan. Selain itu, ia menekankan pentingnya agar SPPG tidak menggunakan pihak ketiga untuk menyediakan MBG, sesuai dengan aturan yang berlaku. Proses pengolahan makanan harus dilakukan langsung di SPPG atau dapur penyedia menu MBG yang telah ditetapkan, tanpa melibatkan pihak ketiga.


Penyelidikan Lebih Lanjut dan Uji Laboratorium

Sebelumnya, 25 peserta didik dilaporkan mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah, dan sesak napas setelah mengonsumsi menu MBG. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Waru untuk mendapatkan penanganan medis. Tim gabungan dari Polres Penajam Paser Utara, pemerintah kabupaten, dan dinas kesehatan setempat turun ke lokasi untuk menyelidiki kasus ini. Seluruh sampel makanan sedang diuji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara untuk mengetahui penyebab peserta didik mengalami gejala tersebut.


source : kompas.tv