![]() |
| Illustration: kompas.com |
Tantangan Pendidikan di NTT
Kasus YBR yang tragis di Kabupaten Ngada, NTT menjadi cermin bahwa hak pendidikan masih belum merata bagi warga negara Indonesia. YBR, seorang murid kelas 4 SD Negeri Rj, mengingatkan kita pada realitas bahwa banyak anak di NTT menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan. Meskipun YBR terdaftar sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar, namun kendala administrasi dan ekonomi keluarga membuatnya terpaksa mengakhiri hidupnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mendalami tantangan pendidikan di NTT secara menyeluruh.
Keterbatasan Ekonomi sebagai Kendala Utama
Menurut Marthen Sattu Sambo dari Wahana Visi Indonesia, keterbatasan ekonomi menjadi salah satu tantangan utama dalam akses pendidikan di NTT. Orangtua di wilayah tersebut cenderung lebih memprioritaskan pengeluaran untuk kegiatan adat daripada pendidikan anak-anak. Hal ini menciptakan persepsi bahwa pendidikan bukanlah prioritas, melainkan sesuatu yang bersifat privilege. Selain itu, minimnya pendapatan dan ketidakstabilan ekonomi keluarga membuat banyak anak di NTT sulit untuk merasakan pendidikan yang layak.
Pendidikan Rendah dan Dukungan Keluarga
Pendidikan rendah orangtua juga menjadi faktor penting dalam kesulitan akses pendidikan di NTT. Banyak orangtua di NTT hanya memiliki latar belakang pendidikan SMA/sederajat atau bahkan lebih rendah. Hal ini menciptakan siklus di mana pendidikan rendah berujung pada potensi ekonomi rendah, dan anak-anak tidak didorong untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, banyak anak di NTT tidak tinggal bersama orang tua kandung, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan motivasi sekolah mereka.
Solusi untuk Meningkatkan Pendidikan di NTT
Dalam mengatasi tantangan pendidikan di NTT, perlu adanya pendekatan yang komprehensif. Selain meningkatkan akses fisik ke sekolah yang berkualitas, juga penting untuk memberdayakan ekonomi keluarga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Dukungan dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat secara keseluruhan sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan merata di NTT.
/data/photo/2026/02/06/698564ff17a1e.jpg)