![]() |
| Illustration: kompas.com |
Perjanjian New START Berakhir: Dampak bagi Perdamaian dan Keamanan Internasional
Berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia, yang dikenal sebagai New START, telah menjadi sorotan utama dalam isu perdamaian dan keamanan internasional. Dalam pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, ia menyebut berakhirnya perjanjian tersebut sebagai masa kelam, mengingat pentingnya perjanjian tersebut dalam menjaga stabilitas global selama 15 tahun terakhir.
Pentingnya Pengendalian Senjata Nuklir bagi Keamanan Global
Perundingan pembatasan senjata strategis antara AS dan Rusia, yang dimulai dari Perjanjian Pembatasan Senjata Strategis (SALT) hingga New START, telah berdampak signifikan dalam mengurangi jumlah senjata nuklir dan meningkatkan keamanan global. Dengan berakhirnya New START, risiko penggunaan senjata nuklir telah meningkat secara signifikan, mengingat ketegangan geopolitik yang semakin memanas dan perkembangan teknologi yang pesat.
Panggilan untuk Kembali ke Meja Perundingan
Meskipun situasi yang terjadi pasca berakhirnya New START menimbulkan kekhawatiran, Sekretaris Jenderal PBB juga melihatnya sebagai peluang untuk menyetel ulang upaya pengendalian senjata global. Guterres mendesak AS dan Rusia untuk kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan baru yang dapat memulihkan batasan yang bisa diverifikasi, mengurangi risiko, dan memperkuat keamanan kolektif.
/data/photo/2025/09/23/68d2ab6dabc6d.jpg)