Prabowo Subianto: Kisah Sukses Program Makan Bergizi Gratis di Tengah Kontroversi

Prabowo Subianto Kisah Sukses Program Makan Bergizi Gratis di Tengah Kontroversi
Illustration: nasional.kompas.com

Prabowo Subianto dan Program Makan Bergizi Gratis


Presiden RI Prabowo Subianto bercerita panjang lebar mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagasnya saat meresmikan Satuan Layanana Pemuhan Gizi (SPPG) dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, pada tahun 2026. Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa banyak orang meragukan keberhasilan program MBG saat pertama kali dicanangkan. Namun, setelah lebih dari satu tahun berjalan, Prabowo merasa bangga dengan pencapaian program tersebut.



Perjuangan di Tengah Kontroversi



Meskipun mendapat banyak kritik dan hinaan, Prabowo tetap teguh untuk melanjutkan program MBG. Dia menegaskan bahwa program ini bukanlah pemborosan uang, melainkan hasil penghematan dan efisiensi anggaran yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. Prabowo juga menepis tudingan yang mengatakan bahwa program MBG hanya menghamburkan uang, karena program ini telah memberikan manfaat yang signifikan bagi rakyat Indonesia.



Capaian Luar Biasa


Prabowo kemudian membeberkan capaian program MBG yang telah mengalami peningkatan yang luar biasa. Lebih dari 60 juta orang telah menerima bantuan makanan dari program ini, dengan distribusi lebih dari 4,5 miliar porsi makanan. Prabowo juga mengungkapkan bahwa program MBG mendapat pujian dari pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), karena dinilai mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga.



Dampak Ekonomi Positif



Prabowo juga menyampaikan bahwa program MBG telah membuka lebih dari 1 juta lapangan kerja dan diperkirakan akan terbuka sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru. Program ini tidak hanya memberikan akses makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga memberikan peluang bagi petani untuk menjadi pemasok bahan makanan MBG. Dengan demikian, program MBG tidak hanya mengurangi kesenjangan sosial, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dari bawah.