![]() |
| Illustration: lamongan.pikiran-rakyat.com |
Sejarah Singkat BYD Atto 1
BYD Atto 1 menjadi fenomena baru di pasar otomotif Indonesia sejak meluncur pada pertengahan 2025. Mobil listrik mungil yang juga dikenal sebagai Seagull di beberapa negara ini langsung mendapat julukan sebagai perusak pasar mobil LCGC karena dibanderol mulai Rp195 jutaan. Konsumen melihat biaya operasional yang lebih hemat, pembebasan pajak tahunan, serta keuntungan bebas ganjil-genap sebagai daya tarik utama.
Spesifikasi BYD Atto 1
BYD Atto 1 hadir dalam dua varian, Dynamic dan Premium. Keduanya mengusung motor listrik bertenaga 55 kW atau sekitar 74 HP dengan torsi 135 Nm dan kecepatan maksimum 130 km per jam. Varian Dynamic dibekali baterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh klaim sekitar 300 km berdasarkan NEDC. Sementara varian Premium membawa baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh hingga 380 km.
Kelebihan dan Kelemahan BYD Atto 1
Meski demikian, sejumlah ulasan awal menyoroti beberapa kelemahan. Dari sisi performa, mobil ini disebut cukup lincah pada kecepatan rendah, terutama di rentang 0–50 km per jam yang memang menjadi karakter khas mobil listrik. Namun, performa mulai terasa menurun saat kecepatan melewati 80 km per jam. Untuk mencapai 100 km per jam, waktu yang dibutuhkan berkisar antara 11 hingga 13 detik tergantung varian. Tenaga yang relatif kecil membuat manuver menyalip di jalan tol terasa kurang meyakinkan. Pada kecepatan tinggi, kabin juga dinilai kurang kedap suara. Angin dan suara jalan mulai terdengar jelas saat mobil melaju di atas 100 km per jam, membuat kenyamanan berkurang dibanding hatchback konvensional yang lebih mahal. Dari sisi baterai, Atto 1 menggunakan sistem pendinginan berbasis udara dan manajemen software, bukan liquid cooling seperti pada model EV yang lebih mahal. Dalam kondisi panas ekstrem atau saat pengisian cepat berulang, sistem ini berpotensi menurunkan kecepatan charging untuk menjaga suhu baterai.
