Revolutionizing Construction Industry: The Potential of Fly Ash and Bottom Ash as Roofing Materials

Revolutionizing Construction Industry The Potential of Fly Ash and Bottom Ash as Roofing Materials
Illustration: kompas.com

Mengapa Abu Bisa Jadi Genteng?

Dalam dunia konstruksi, program gentengisasi dengan menggantikan seng pada atap bangunan telah menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri). Salah satu inovasi yang menarik adalah penggunaan Fly Ash and Bottom Ash (FABA), limbah sisa pembakaran batu bara, sebagai bahan baku untuk genteng. Menurut Prof. Dr. Ir. Antonius dari Universitas Islam Sultan Agung, FABA memiliki sifat pozzolanik yang ketika dicampur dengan semen dan air, dapat membentuk zat yang memberikan kekuatan pada beton. Selain itu, penggunaan FABA sebagai material konstruksi genteng dapat mengurangi emisi karbon dan menyediakan solusi murah untuk kebutuhan bangunan masyarakat.


Implementasi di Lapangan

Penerapan program gentengisasi berbasis FABA tidak hanya sebatas konsep. Beberapa wilayah di Indonesia telah mempraktikkan penggunaan genteng FABA secara massal. Contohnya, di Jepara, kerjasama dengan UMKM lokal telah menghasilkan jutaan paving block dan genteng FABA untuk renovasi rumah tidak layak huni. Sementara di Probolinggo, FABA dari PLTU Paiton telah dijadikan material konstruksi untuk pembangunan infrastruktur desa. Genteng FABA di Kalimantan Tengah juga terbukti mampu meredam panas lebih baik daripada genteng metal, menjadi pilihan ideal untuk iklim tropis.


Tantangan Gentengisasi

Meskipun program gentengisasi memberikan dampak positif, Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia, Ar. Georgius Budi Yulianto, menyoroti beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Pertama, keandalan dan standardisasi material genteng perlu dipastikan agar tahan cuaca dan tidak getas dalam jangka panjang. Kedua, beban struktural dan risiko gempa menjadi perhatian serius, terutama dalam wilayah rawan gempa. Selain itu, kajian jejak karbon dan emisi serta kajian budaya dan kebijakan juga perlu diperhatikan untuk memastikan keselarasan dengan prinsip keberlanjutan.


source : kompas.com