Apa Penyebab Banjir di Lampung? Penjelasan Lengkap!

Apa Penyebab Banjir di Lampung Penjelasan Lengkap
Illustration: kompas.com

Apa Penyebab Banjir yang Melanda Wilayah Lampung?


Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat secara cepat hingga meluap ke kawasan permukiman warga. Luapan air tersebut menggenangi sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Beberapa titik bahkan mengalami genangan cukup tinggi sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Direktorat Koordinasi dan Operasi (Koordalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan kaji cepat untuk mengetahui dampak bencana di lapangan.



Wilayah Mana Saja yang Terdampak di Kabupaten Lampung Selatan?



Berdasarkan hasil kaji cepat BNPB, wilayah terdampak di Kabupaten Lampung Selatan meliputi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Jati Agung dan Kecamatan Tanjung Bintang. Data sementara mencatat sekitar 444 kepala keluarga terdampak akibat banjir tersebut. Selain itu, sekitar 444 unit rumah warga turut terdampak oleh genangan air. Dalam laporan sementara, satu orang warga juga dilaporkan hilang akibat peristiwa banjir tersebut.



Bagaimana Kondisi Banjir di Kota Bandar Lampung?


Selain Lampung Selatan, banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung. Data sementara menunjukkan satu orang warga meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam proses pencarian akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.



Apa Upaya Penanganan yang Dilakukan Petugas?


Petugas melakukan evakuasi warga terdampak, pendataan kerusakan, memantau perkembangan kondisi banjir, dan pencarian korban yang hilang. Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan tindakan darurat di lapangan.



Bagaimana Kondisi Terkini di Wilayah Terdampak?


Kondisi banjir mulai berangsur surut, namun evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan. Operasi pencarian korban juga akan dilanjutkan pada hari berikutnya oleh tim SAR gabungan.



Apa Status Kebencanaan di Provinsi Lampung?


Provinsi Lampung masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Juli 2026. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan memantau informasi resmi dari pemerintah daerah.


source : kompas.com