![]() |
| Illustration: kompas.com |
Langkah Strategis Penyehatan Struktur Keuangan WIKA
Langkah penyehatan struktur keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memasuki babak baru yang cukup drastis pada tahun 2026. Emiten konstruksi ini resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Hotel Indonesia Group (HIG), mengonfirmasi fokus perseroan untuk kembali ke bisnis infrastruktur sekaligus memperkuat likuiditas.
Transformasi Bisnis: Fokus WIKA pada Bisnis Inti Konstruksi
Langkah melepas aset nonsinergi oleh WIKA merupakan bagian dari strategi divestasi aset yang tidak terkait langsung dengan kompetensi utama perseroan di bidang jasa konstruksi dan manufaktur. Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin, menjelaskan bahwa divestasi ini bertujuan untuk mendukung penguatan arus kas perseroan serta fokus pada bisnis inti konstruksi.
Dampak Positif Divestasi Aset WIKA di Sektor Perhotelan
Langkah "obral" saham WIKA di sektor perhotelan dinilai sebagai sinyal positif bagi kreditur dan investor. Dengan melepas kepemilikan di sektor perhotelan, WIKA diharapkan dapat memangkas beban biaya operasional yang tidak perlu dan mengalokasikan sumber daya untuk mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur. Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN agar perusahaan-perusahaan karya melakukan spesialisasi.
/data/photo/2020/10/29/5f9a49d3e9afe.jpeg)