![]() |
| Illustration: bloombergtechnoz.com |
Pembagian Dividen Sebagai Bukti Kinerja Solid
Rapat yang berlangsung pada Jumat, 10 April 2026, di Menara BRILiaN Jakarta tersebut menjadi momentum penting bagi Perseroan dalam menunjukkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025. Sejumlah jajaran pimpinan hadir langsung, termasuk Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Komisaris Utama Parman Nataatmadja, serta Direktur Utama Hery Gunardi. Dalam forum tersebut, BRI menetapkan total dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun atau setara Rp346,00 per saham. Nilai tersebut telah memperhitungkan dividen interim sebesar Rp137 per saham yang sebelumnya telah dibagikan kepada pemegang saham pada 15 Januari 2026. Keputusan pembagian dividen ini tidak lepas dari capaian kinerja keuangan Perseroan yang tetap terjaga positif. Sepanjang tahun buku 2025, BRI mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp56,65 triliun. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa pembagian dividen merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham. Kinerja yang solid menjadi fondasi utama dalam menjaga konsistensi kebijakan tersebut.
Agenda Strategis dan Tata Kelola Perusahaan
Selain penetapan dividen sebagai agenda utama, RUPST BRI 2026 juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya. Total terdapat tujuh mata acara yang dibahas dan disetujui dalam rapat tersebut. Pada agenda pertama, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025. Persetujuan ini mencakup pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025 serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris. Tidak hanya itu, RUPST juga mengesahkan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) untuk tahun buku yang sama. Dengan disahkannya laporan tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris memperoleh pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atas kinerja yang telah dijalankan. Pada agenda berikutnya, pemegang saham memberikan persetujuan terkait remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris. Penetapan ini mencakup gaji, honorarium, fasilitas, serta tunjangan untuk tahun buku 2026, termasuk insentif berbasis kinerja tahun sebelumnya. RUPST juga menyepakati penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026.
Peran Strategis BRI dalam Pembangunan Nasional
Hery Gunardi menambahkan bahwa sebagai bagian dari Danantara, BRI memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui penguatan pembiayaan UMKM dan dorongan terhadap inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat. “Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran Perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,” tutupnya. Dengan berbagai keputusan strategis yang dihasilkan dalam RUPST 2026, BRI menunjukkan komitmen kuat untuk terus tumbuh berkelanjutan. Kinerja solid, tata kelola yang baik, serta fokus pada segmen UMKM menjadi pilar utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ke depan.
