Kuartal I 2026 menjadi momen penting bagi sektor logistik dan pergudangan modern di wilayah Jabodetabek. Sementara pasar properti lainnya masih mencari arah pemulihan, tingkat hunian gudang di kawasan Cikarang, Purwakarta, hingga Subang melonjak hingga 95,8 %, dan diperkirakan akan mendekati 99 % pada akhir tahun.
Menurut Arief Rahadrjo, Director and Head of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, kenaikan okupansi ini didorong oleh peningkatan signifikan permintaan dari perusahaan-perusahaan asal China serta pemain kendaraan listrik (EV) yang tengah mengembangkan jaringan distribusi di Indonesia. "Jakarta mencatatkan tingkat hunian tertinggi di seluruh Jabodetabek," ujarnya dalam wawancara dengan Kompas.com pada 3 Mei 2026.
Pasar logistik di Jabodetabek terbagi menjadi empat koridor utama. Koridor Timur—yang meliputi Bekasi, Cibitung, Cikarang, dan Karawang—menguasai 72,8 % total stok gudang modern. Keunggulan lokasi, infrastruktur jalan yang matang, serta akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok menjadikan area ini magnet bagi investor asing. Koridor Barat (8,5 % saham pasar) berfokus pada distribusi urban di sekitar Tangerang, sementara Koridor Utara (8,8 %) didominasi fasilitas cold storage dan logistik pelabuhan. Koridor Selatan (9,8 %) menunjukkan pertumbuhan bertahap di Depok dan Bogor.
Awalnya, pertumbuhan gudang modern didorong oleh kebutuhan third‑party logistics (3PL) dan e‑commerce. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sektor kendaraan listrik dan produsen komponen otomotif asal China mulai mengamankan ruang penyimpanan untuk bahan baku, baterai, dan unit kendaraan. Persaingan memperebutkan lokasi strategis semakin ketat, mendorong pemilik properti untuk meningkatkan standar layanan dan teknologi manajemen gudang.
Dengan pasokan gudang baru yang terbatas dan permintaan yang terus menguat, para analis memperkirakan tingkat hunian akan hampir mencapai kapasitas penuh menjelang akhir 2026. Kondisi ini menegaskan peran krusial logistik sebagai urat nadi distribusi domestik dan menambah daya tarik investasi asing di Indonesia.