Presiden Joko Widodo resmi menjemput Prabowo Subianto di Bandara Charles de Gaulle, Paris, pada Senin (28/05/2026) setelah kunjungan singkat sang kandidat presiden ke Perancis. Prabowo tiba di Indonesia pada malam harinya dengan pesawat kelas satu, mengakhiri agenda luar negeri yang semula direncanakan berlangsung selama tiga hari.
Menurut sumber pemerintah, kepulangan cepat Prabowo dipicu oleh kebutuhan mendesak untuk menghadiri serangkaian pertemuan penting di Jakarta, termasuk rapat koordinasi dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) serta pertemuan bilateral dengan pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri. "Kami menyesuaikan jadwal demi memastikan semua agenda politik dan diplomatik dapat berjalan lancar," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Wamentan Drajat, dalam konferensi pers singkat.
Selama di Paris, Prabowo sempat menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Perancis, Catherine Colonna, serta bertemu dengan beberapa pengusaha Indonesia yang beroperasi di Eropa. Fokus utama perbincangan adalah peningkatan investasi di sektor energi terbarukan dan pengembangan kerjasama dalam bidang teknologi industri 4.0.
Di sisi lain, mantan calon presiden ini juga menyempatkan diri mengunjungi kedutaan Indonesia di Paris, di mana ia menerima penghargaan atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral. "Kami berharap kunjungan ini dapat membuka peluang baru bagi kedua negara," kata Duta Besar Indonesia untuk Perancis, I Gusti Ngurah Swara.
Kepulangan Prabowo disambut hangat oleh sejumlah tokoh politik dan aktivis di Tanah Air. Namun, para pengamat mencatat bahwa pergerakan cepat ini juga menimbulkan spekulasi mengenai dinamika internal koalisi menjelang Pilpres 2026. "Kita harus menilai apakah ini langkah taktis untuk memperkuat posisi politik Prabowo menjelang pemilihan umum," ujar Anindita Prabowo, analis politik senior di Lembaga Survei Indonesia.
Prabowo dijadwalkan akan menggelar serangkaian kunjungan ke beberapa provinsi pada minggu mendatang, dengan agenda utama memaparkan program-program unggulan koalisi serta menggalang dukungan massa menjelang kampanye akhir.