Messi dan Argentina Dipaksa Bersembunyi? Mengapa Mesir Mencempi Favorit Langit?

Messi dan Argentina Dipaksa Bersembunyi Mengapa Mesir Mencempi Favorit Langit
Illustration: bbc.com

Mengapa Argentina Sering Dituduh Favoris?

Nah, Bayangkan saja kamu main sepak bola, nengok lawan lawanmu 2-0, eh tiba-tiba kepalak, balancemu berbalik, dan kamu menang 3-2. Itu yang terjadi pada laga Argentina vs Mesir. Memalukan banget, kan? Buat penggemar Mesir, ini bukan sekadar kekalahan. Ini terasa seperti “main di tangan orang lain.” Setelah mengalahkan lawan yang lebih kuat di fase grup, Argentina tampaknya “mengamankan” di tangan wasit. FIFA malah “menyelamatkan” mereka dengan gol penalti yang dinilai memihak. Lalu, kenapa Egypt tidak marah? Karena mereka merasa telah menjadi korban ketidakadilan. Hossam Hassan, pelatih Mesir, memang keluhanannya tulus. “Kami diperlakukan tidak adil,” ujarnya. Ini mulai bikin banyak orang mikir. Apakah Argentina memang mendapatkan keberpihakan? Atau ada yang lain yang ikut campur? Karena di lapangan, Argentina memang harus bekerja keras untuk melaju. Tapi setelah kemenangan tipis, protes pun ikut. Lalu, apa fakta sebenarnya? Apakah Argentina memang diberi keuntungan? Yuk, kita bahas dulu dari awal.

Wasit Berasal dari Argentina, Bikin Baper?

Ini yang bikin orang bingung. Di laga perempat final Prancis vs Maroko, seluruh tim wasit—utama, asisten, ofisial keempat, bahkan yang cadangan—semua berasa dari Argentina. Wah, irit banget ya? Kan? Bayangkan saja kamu main, dan semua pengadili dari timmu sendiri. Apakah masih adil? Bisa jadi nggak. Tapi, Facundo Tello, wasit yang dipilih itu, memang dikenal jago. Dulu sudah dipimpin laga penting, bahkan final Piala Dunia Antarklub. Tapi, intinya, orang malu. Karena Argentina “mendapat” wasit semua dari negaranya. Ini bikin banyak yang mikir, “Mungkin mereka mau Argentina lolos sampai final?” Atau mungkin hanya kebetulan? Atau ada yang lain? Ini yang bikin banyak penggemar Prancis dan Maroko baper. Karena kalau wasitnya Argentina, apakah semua keputusan benar-benar adil? Nah, itulah mengapa banyak yang mau cek ulang semua keputusan. Karena di sini, bukan cuma soal kemenangan. Ini soal kepercayaan. Apakah turnamen tetap adil? Atau ada yang “diatur” di balik layar?

Messi Larang Merah, Kemenangan Tak Luhur?

Gini, Messi. Di fase grup, dia bahkan tidak menerima kartu merah atas tekel yang dia lakukan. Padahal, Folarin Balogun dari Inggris baru saja diganjar kartu merah karena pelanggaran serupa. Ini bikin banyak orang mikir. Apakah Messi mendapat perlakuan istimewa? Atau ada yang “mengintervensi” dari FIFA? Karena kartu merah itu bisa berarti Messi tidak bisa main di laga berikutnya. Tapi, “mendadak,” ia lolos dari peninjauan VAR. Lalu, apa yang terjadi? Messi justru mencetak lima gol di fase grup. Gol-golnya menawan, tapi juga… memihak? Atau tidak? Karena di sini, FIFA dulu pernah “membantu” Messi. Di Piala Dunia Antarklub 2025, Inter Miami yang dipilih untuk tampil, padahal LA Galaxy lebih berhak. Tapi FIFA bilang, “Messi harus main.” Apakah ini berlanjut ke Piala Dunia 2026? Apakah Argentina mendapatkan penalti lebih banyak? Argentina sudah catat tiga penalti di fase gugur, lebih dari semua tim lainnya. Padahal, mereka nggak main main. Tapi, apakah wasit memberi mereka keuntungan? Ini yang bikin banyak yang bingung. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di lapangan? Apakah Argentina memang mendapatkan keberpihakan? Atau hanya soal keberuntungan? Atau ada yang lain yang ikut campur? Nah, ini yang bakal kita bahas selanjutnya.

FIFA Ganti Undian, Argentina Jadi “Lancar”?

Di Piala Dunia 2026, FIFA nekat ganti mekanisme undian. Empat tim teratas—Prancis, Argentina, Spanyol, Inggris—dipisah ke peremputannya masing-masing. Yang artinya, kalau semua tim itu lolos dari grup, mereka bakal bertemu baru di semifinal. Ini memang bikin Argentina “nyaman.” Karena mereka nggak harus main lawan yang kuat di fase awal. Tanjung Verde (peringkat 67) dan Mesir (peringkat 29) punya jalur yang ringan. Di semifinal, lawan mereka adalah Swiss (peringkat 19). Sementara Inggris harus main lawan Meksiko (peringkat 14). Prancis bertemu Maroko (peringkat 7). Ini bikin banyak yang mikir, “Argentina mendapat jalur paling ringan?” Tapi, di sisi lain, aturan ini juga bisa jadi “menjaga” pertarungan antar-tim kuat. Karena kalau tidak ada yang kalah, nggak ada yang main di fase awal. Tapi, apakah ini benar? Apakah Argentina memang mendapat keuntungan? Atau hanya soal keberuntungan? Nah, ini yang bakal kita bahas selanjutnya.

Apakah Argentina Memang Diberi Keuntungan?

Akhirnya, kita sampai ke inti. Apakah Argentina memang mendapat perlakuan istimewa? Dari data yang dikumpulkan, Argentina memang nggak banyak dapat kartu kuning. Hanya Gonzalo Montiel yang berpotensi absen di semifinal. Sementara Inggris punya empat pemain yang sudah kuning. Tapi, jumlah kartu kuning tidak sebanding dengan pelanggaran. Argentina dapat satu kartu untuk setiap 19,7 pelanggaran. Sementara Inggris hanya dapat satu kartu untuk setiap 7,7 pelanggaran. Ini bikin orang bingung. Apakah Argentina mendapat perlakuan lebih ringan? Atau ada yang lain yang ikut campur? Karena di sini, tidak ada jawaban pasti. Tapi, yang jelas, banyak yang masih ragu. Apakah Argentina memang “diuntungkan” oleh FIFA? Atau hanya soal keberuntungan? Atau mungkin… ada yang lain yang mau menjaga “keajaiban” Messi di dunia? Nah, itulah mengapa banyak yang tetep cek ulang semua keputusan. Karena di sini, bukan cuma soal sepak bola. Ini soal kepercayaan. Apakah turnamen tetap adil? Atau ada yang “diatur” di balik layar?

source : bbc.com