Kim Jong Un Perintahkan Pemusnahan Korea Selatan, Berita Mengejutkan di Tahun Baru 2024 - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Kim Jong Un Perintahkan Pemusnahan Korea Selatan, Berita Mengejutkan di Tahun Baru 2024

Kim Jong Un Perintahkan Pemusnahan Korea Selatan, Berita Mengejutkan di Tahun Baru 2024
Foto Ilustrasi sumber: depok.pikiran-rakyat.com

Tujuan Negara Tetangga dalam Ancaman Pemimpin Korea Utara


Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, mengeluarkan pernyataan mengejutkan pada Tahun Baru 2024. Ia memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk memusnahkan Korea Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kim Jong Un dalam pertemuan malam tahun baru dengan para perwira tinggi Korea Utara di Pyongyang. Kim Jong Un telah meminta bawahannya untuk memusnahkan Korea Selatan dan Amerika Serikat jika terus memprovokasi.


"Jika musuh memilih konfrontasi militer dan provokasi terhadap DPRK (the Democratic People's Republic of Korea), tentara kita harus memberikan pukulan mematikan untuk memusnahkan mereka secara menyeluruh," kata Kim Jong Un.


Amerika Serikat dan Korea Selatan telah meningkatkan kerja sama militer dan politik pada tahun 2023, sejalan dengan agresifnya Korea Utara dalam melakukan uji coba senjata, termasuk rudal balistik antar benua atau intercontinental ballistic missile (ICBM). Korea Utara juga telah menempatkan satelit mata-mata pertamanya di orbit. Kim Jong Un bahkan telah mengindikasikan rencana penempatan tiga satelit tambahan ke luar angkasa serta pengembangan lebih lanjut persenjataan negaranya tahun ini. Dalam pertemuan lima hari untuk membahas kebijakan pada tahun 2024, Kim Jong Un dan para pemimpin Korea Utara menganggap bahwa penguatan kerja sama antara AS dan Korea Selatan telah menimbulkan banyak ancaman militer.


Kim Jong Un bahkan menyatakan saat itu bahwa tidak akan ada lagi upaya rekonsiliasi dan reunifikasi dengan Korea Selatan. Ia melihat kondisi di semenanjung Korea sudah tidak lagi terkendali akibat kerja sama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.


Respons Korea Selatan Terhadap Ancaman Nuklir Korea Utara


Dalam pidato Tahun Baru, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, mengungkapkan bahwa negaranya akan memperkuat kapasitas senjata militer serangan preemptive, pertahanan rudal, dan kemampuan pembalasan sebagai tanggapan terhadap ancaman nuklir dari Korea Utara. Yoon menyebut bahwa Republik Korea sedang membangun perdamaian sejati dan abadi melalui kekuatan, bukan melalui pendekatan yang bergantung pada niat baik musuh.


Sejak 2022, Korea Utara telah melakukan lebih dari 100 uji coba rudal, yang mendorong Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk memperluas latihan militer gabungan mereka. Korea Utara juga berusaha memperkuat hubungannya dengan sekutu lama China dan Rusia, yang telah memblokir-upaya Amerika Serikat dan mitra mereka di Dewan Keamanan PBB untuk menguatkan sanksi PBB terhadap Korea Utara sebagai bentuk penentangan atas uji coba senjatanya. Pada Hari Tahun Baru, Kim Jong Un dan Presiden China, Xi Jinping, bertukar pesan untuk memperkuat hubungan bilateral, demikian yang dilaporkan oleh Korea Central News Agency (KCNA).


HALAMAN SELANJUTNYA:

Tidak ada komentar