Pengenalan dan Penggunaan Variabel dalam PHP - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Pengenalan dan Penggunaan Variabel dalam PHP

Pengenalan dan Penggunaan Variabel dalam PHP

Variabel dalam PHP berfungsi sebagai "wadah" untuk menyimpan informasi. Dalam PHP, variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel:

Contoh di atas menunjukkan bahwa variabel $x akan menyimpan nilai 5, dan variabel $y akan menyimpan nilai "John". Perlu diingat, saat Anda memberikan nilai berupa teks pada variabel, letakkan tanda kutip di sekitar nilainya.

Berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, PHP tidak memiliki perintah khusus untuk mendeklarasikan variabel. Variabel akan dibuat saat Anda pertama kali memberikan nilai kepadanya.


Variabel dalam PHP dapat memiliki nama pendek (seperti $x dan $y) atau nama yang lebih deskriptif ($age, $carname, $total_volume).

Berikut adalah aturan-aturan dalam penggunaan variabel dalam PHP:

  1. Variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel
  2. Nama variabel harus diawali dengan huruf atau karakter garis bawah (_)
  3. Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka
  4. Nama variabel hanya boleh mengandung karakter alfanumerik dan garis bawah (A-z, 0-9, dan _)
  5. Nama variabel bersifat case-sensitive ($age dan $AGE adalah dua variabel yang berbeda)

Perlu diingat bahwa dalam PHP, nama variabel bersifat case-sensitive.


Statement echo digunakan untuk menampilkan data ke layar dalam PHP. Berikut adalah contoh-contoh penggunaan statement echo untuk menampilkan teks dan variabel:

Contoh di atas akan menghasilkan output yang sama dengan contoh sebelumnya.

Contoh di atas akan menampilkan hasil penjumlahan dari dua variabel.

Perlu diingat, Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang statement echo dan cara menampilkan data ke layar dalam bab PHP Echo/Print.


Pada contoh di atas, perhatikan bahwa kita tidak perlu memberitahu PHP tipe data apa yang digunakan pada variabel tersebut. PHP secara otomatis menentukan tipe data variabel berdasarkan nilai yang diberikan. Karena tipe data tidak ditentukan secara ketat, Anda dapat melakukan hal seperti menambahkan string pada angka tanpa menyebabkan error.

Pada PHP 7, diperkenalkanlah deklarasi tipe data. Hal ini memberikan opsi untuk menentukan tipe data yang diharapkan saat mendeklarasikan sebuah fungsi, dan dengan mengaktifkan persyaratan ketat, akan menghasilkan "Fatal Error" jika terjadi ketidaksesuaian tipe data.

Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang persyaratan ketat dan tidak ketat, serta deklarasi tipe data dalam bab PHP Functions.


PHP tidak memiliki perintah khusus untuk mendeklarasikan tipe data variabel, tipe data variabel bergantung pada nilai yang diberikan.

Berikut adalah contoh penggunaan beberapa tipe data dalam PHP:

$x = 5; // $x adalah integer

$y = "John"; // $y adalah string

echo $x;

echo $y;


Untuk mendapatkan tipe data dari sebuah variabel, gunakan fungsi var_dump().

Contoh di atas akan menghasilkan tipe data dan nilai dari variabel $x.

Berikut adalah contoh penggunaan var_dump() untuk tipe data lainnya:

var_dump(5);

var_dump("John");

var_dump(3.14);

var_dump(true);

var_dump([2, 3, 56]);

var_dump(NULL);


Pengenalan dan Penggunaan Variabel dalam PHP
Ilustrasi: itbox.id

Menetapkan string pada variabel dilakukan dengan menulis nama variabel diikuti dengan tanda sama dengan (=) dan string yang diinginkan.

Variabel string dapat dideklarasikan dengan menggunakan tanda kutip ganda atau tanda kutip tunggal, namun Anda perlu memahami perbedaannya. Pelajari lebih lanjut tentang perbedaan-perbedaan tersebut dalam bab PHP Strings.


Pengenalan dan Penggunaan Variabel dalam PHP
Ilustrasi: www.youtube.com

Anda dapat menetapkan nilai yang sama pada beberapa variabel dalam satu baris:

Contoh di atas akan memberikan nilai "Fruit" pada ketiga variabel tersebut.


HALAMAN SELANJUTNYA:

Tidak ada komentar