Tradisi Kerik Gigi Suku Mentawai: Makna dan Faktanya - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Tradisi Kerik Gigi Suku Mentawai: Makna dan Faktanya

Tradisi Kerik Gigi Suku Mentawai: Makna dan Faktanya
Foto Ilustrasi sumber: 1001indonesia.net

Bukan Sekadar Tradisi, Kerik Gigi dianggap sebagai Standar Kecantikan bagi Suku Mentawai, Lho. Ini Dia Sederet Faktanya!

Indonesia memang negara yang kaya akan budaya. Setiap daerah pun memiliki kebudayaan masing-masing yang sudah ada sejak dahulu dan dilestarikan hingga saat ini. Begitu pula bagi salah satu suku tertua di Indonesia yaitu suku Mentawai yang ada di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Mereka memiliki tradisi unik yang sudah cukup populer yaitu kerik gigi. Nah, tradisi ini juga hanya dilakukan oleh perempuan, lho. Penasaran kan, seperti apa sih tradisi kerik gigi dan apa makna di baliknya? Simak artikel berikut ini!

Menjadi Simbol Kecantikan

Yup, tradisi kerik gigi ternyata bukan hanya sekadar tradisi yang perlu dilestarikan, melainkan menjadi simbol kecantikan buat para perempuan suku Mentawai. Menariknya, nggak semua perempuan melakukan kerik gigi, karena biasanya hanya perempuan yang sudah dewasa. Bagi suku Mentawai, memiliki gigi runcing juga artinya menandakan kecantikan, kedewasaan, serta dianggap telah siap menikah dan memiliki anak.

Nggak hanya itu saja, tradisi ini dilakukan oleh para perempuan sebagai bentuk kepatuhan pada suami, agar selalu tampil cantik di hadapannya. Dilansir dari National Geographic, seorang perempuan di Kepulauan Mentawai mengatakan “Sekarang gigi saya tajam dan saya terlihat lebih cantik. Ini untuk suami saya, jadi dia tidak akan meninggalkan saya.”

Prosesnya dilakukan tanpa pembiusan

Kalau biasanya kamu ke dokter gigi, tentu akan dilakukan pembiusan ketika melakukan tertentu. Tapi kalau di Mentawai, proses kerik gigi dilakukan secara sadar, tanpa dibius. Proses peruncingan gigi ini biasanya dilakukan oleh ketua adat, orang tua, maupun keluarga terdekat dari sang perempuan. Alat yang dipakai juga nggak sembarangan, melainkan menggunakan besi atau kayu yang sudah diasah. Oh iya, kalau kamu belum tahu, gigi yang diruncingkan akan berbentuk segitiga dan hal ini dilakukan pada semua gigi, lho. Jadi, perempuan Mentawai yang melakukan hal ini sudah pasti kuat banget, karena mereka harus menahan rasa sakit yang sampai berdarah, tanpa adanya obat bius.

Miliki Makna untuk Mengendalikan Diri dari Enam Sifat Buruk Manusia

Selain menjadi simbol kecantikan dan kedewasaan, melakukan kerik gigi juga dipercayai sebagai proses untuk mengendalikan diri dari enam sifat buruk manusia yang tertanam sejak dulu atau yang biasa disebut juga Sad Ripu. Keenam sifat buruk tersebut yaitu hawa nafsu (Kama), tamak (Lobha), marah (Krodha), mabuk (Mada), iri hati (Matsarya), dan bingung (Moha). Ternyata, maknanya cukup dalam, ya?

Yes, itu dia sederet fakta menarik tentang tradisi kerik gigi yang dilakukan oleh suku Mentawai. Gimana nih, kalau kamu tinggal di Kepulauan Mentawai, apakah sanggup untuk melakukannya? Comment, ya!

Video Terkait:

Tidak ada komentar