![]() |
Fenomena langit adalah sekumpulan kejadian yang terjadi di lingkup astronomi kita. Beragam fenomena mulai dari bulan, bintang, hingga matahari yang ada di langit tempat bumi kita berada. Fenomena langit dapat terjadi sepanjang waktu, bahkan di setiap bulan. Terjadinya fenomena langit seringkali diabadikan oleh sebagian besar orang. Hal ini karena fenomena langit tak jarang menyuguhkan keunikan dan keindahan.
Terdapat beberapa fenomena langit yang akan terjadi pada bulan Maret 2024. Adapun beberapa di antaranya adalah kulminasi, bulan baru, ekuinoks, elongasi, bulan purnama, hingga gerhana bulan.
Dikutip dari BMKG, kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika Matahari berada di posisi paling tinggi di langit. Pada saat itu, Matahari berada di atas kepala, sehingga bayangan akan bertumpuk dengan benda itu sendiri atau disebut "tanpa bayangan. Posisi Indonesia yang berada di sekitar garis ekuator memungkinkan kulminasi terjadi hampir dua kali dalam setahun.
Ilustrasi: bangka.sonora.id
Mengutip BMKG, pada 10 Maret pukul 14.05 WIB bulan berada pada posisi terdekat dari Bumi dengan jarak 356.894 km dan 1 jam 55 menit. Pada fase ini, objek redup seperti galaksi dan gugus bintang akan terlihat karena tidak terganggu oleh cahaya bulan.
Ilustrasi: www.inews.id
Dikutip dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, ekuinoks adalah fenomena ketika Matahari akan bersinar tepat di garis khatulistiwa. Peristiwa ini menyebabkan jumlah siang dan malam hampir sama di seluruh dunia.
Ilustrasi: sweet-ladybird.blogspot.com
Dijelaskan dalam laman seasky.org, Merkurius mengalami fase elongasi yakni berada pada titik tertinggi di atas cakrawala pada langit malam. Planet Merkurius mencapai elongasi timur sebesar 18,7 derajat dari Matahari.
Ilustrasi: batam.tribunnews.com


