Vitamin dan Mineral yang Dapat Membantu Mengatasi Kurang Tidur - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Vitamin dan Mineral yang Dapat Membantu Mengatasi Kurang Tidur

Vitamin dan Mineral yang Dapat Membantu Mengatasi Kurang Tidur

Kurang tidur disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, gaya hidup yang tidak sehat, atau kondisi medis tertentu. Solusi utama untuk mengatasi kurang tidur adalah dengan mengatur pola tidur yang baik, di samping itu Bunda juga bisa mengonsumsi vitamin dan mineral yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Meski sepele, ternyata kurang tidur dapat membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan. Dampak kurang tidur bagi kesehatan antara lain menurunnya konsentrasi, dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin dan mineral tertentu bisa membantu mengatasi masalah kurang tidur. Berikut vitamin dan mineral yang dapat membantu mengatasi kurang tidur.


Vitamin B kompleks, termasuk B1, B2, B6, dan B12, berperan penting dalam metabolisme energi dan fungsi saraf. Kekurangan vitamin B kompleks dapat menyebabkan insomnia dan kelelahan. Vitamin B kompleks dapat ditemukan dalam berbagai makanan, seperti daging sapi, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.


Vitamin D berperan penting dalam kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko insomnia. Mengutip dari Medical News Today, kurangnya kadar vitamin D bisa menjadi faktor risiko tidur yang tidak sehat. Sebuah studi tahun 2018 menunjukkan adanya hubungan antara rendahnya vitamin D, durasi tidur yang pendek, dan kualitas tidur buruk. Para peneliti masih belum mengetahui secara jelas mekanisme yang mendasari kekurangan vitamin D dan gangguan tidur, namun mereka memiliki beberapa teori. Reseptor vitamin D terdapat di hampir seluruh jaringan tubuh dan didistribusikan secara luas ke seluruh otak. Area otak tersebut memainkan peran penting dalam pengaturan tidur. Ini berarti kadar vitamin D dapat memengaruhi siklus tidur-bangun. Beberapa penelitian mengenai seberapa sering penyakit terjadi pada orang yang berbeda dan mengapa menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat meningkatkan durasi serta kualitas tidur. Namun peneliti perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk memeriksa temuan ini. Vitamin D dapat diperoleh dari sinar matahari, ikan berlemak, dan kuning telur.


Magnesium membantu tubuh untuk rileks dan meningkatkan kualitas tidur. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan insomnia dan restless leg syndrome (RLS). Bukti dari penelitian terbatas mendukung bahwa mengonsumsi suplemen magnesium meningkatkan kualitas tidur. Namun beberapa penelitian menunjukkan suplementasi magnesium dapat meningkatkan durasi tidur, insomnia, dan kantuk di siang hari. Magnesium dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, dan pisang.


Kalsium membantu tubuh untuk memproduksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan insomnia. Kalsium bisa ditemukan dalam susu, yogurt, keju, dan sayuran hijau.


Penelitian yang membandingkan orang dengan waktu tidur pendek dan panjang menemukan penurunan konsentrasi vitamin C pada mereka yang tidur dalam waktu paling singkat. Bukti lain menunjukkan bahwa orang yang tidur sesuai anjuran 7 sampai 8 jam setiap hari memiliki kadar vitamin C plasma lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Meskipun tampaknya ada hubungan antara kadar vitamin C dan tidur, para peneliti belum menentukan apakah suplemen vitamin C akan membantu seseorang tidur lebih lama. Namun beberapa penelitian yang melibatkan pasien kanker menemukan bahwa peningkatan vitamin C dapat memperbaiki gangguan tidur.


Triptofan merupakan asam amino yang diubah tubuh menjadi serotonin, neurotransmitter yang mengatur suasana hati dan tidur. Triptofan dapat ditemukan dalam kalkun, ayam, ikan, telur, dan susu.


Melatonin merupakan hormon yang mengatur siklus tidur. Otak memproduksi melatonin sebagai respon terhadap kegelapan. Ini membantu fungsi 24 jam internal tubuh dan saat tidur. Suplemen melatonin dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan orang untuk tertidur dan menambah waktu tidur mereka. Suplemen melatonin dapat membantu mengatasi insomnia jangka pendek. Melatonin dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter.


Selain mengonsumsi vitamin dan mineral di atas, berikut beberapa tips untuk meningkatkan kualitas tidur: Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan saat akhir pekan. Ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman dan gelap. Hindari penggunaan gadget sebelum tidur. Lakukan aktivitas fisik secara teratur, tetapi hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur. Hindari konsumsi kafein dan alkohol sebelum tidur. Lakukan teknik relaksasi sebelum tidur, seperti meditasi atau yoga. Penting untuk diingat bahwa suplemen vitamin dan mineral tidak dapat menggantikan tidur yang cukup. Mengatur pola tidur yang baik adalah kunci utama untuk mendapatkan kualitas tidur yang optimal. Jika Bunda mengalami kesulitan tidur yang parah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.


HALAMAN SELANJUTNYA:

Tidak ada komentar